Archive for 2013-01-20

Keutamaan Lebah Sebagai Penghasil Madu

By : Ave Ry

" Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat manusia", kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. "  An Nahl : 68-69

Ayat diatas adalah  salah satu ayat yang dijelaskan dalam Al-Qur'an yang menjelaskan keutamaan lebah sebagai penghasil minuman yang berkhasiat sebagai obat untuk menyembuhkan manusia. Minuman tersebut keluar dari perut seekor lebah yang disebut dengan madu.

Madu adalah cairan yang kental dan terasa manis yang dihasilkan oleh tawon madu dengan jalan proses penguraian suatu cairan manis yang dihasilkan oleh bunga atau bagian-bagian dari tanaman.
1. Tafsir Ibnu Katsir Surat An-Nahl Ayat 68-69

Yang dimaksud dengan kata “mewahyukan” dalam ayat ini, ialah memberi ilham (naluri) kepada lebah bagaimana ia membuat sarang-sarangnya di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan rumah yang dihuni orang, kemudian bagaimana ia membuat sarang-sarangnya sedemikian rajin dan artistik dan bagaimana ia mencari makannya dari buah-buahan dan bunga-bungaan yang tumbuh di ladang-ladang yang jauh, lembah-lembah yang dalam dan bukit-bukit yang tinggi, lalu kembali kesarangnya tiada tersesat ke kanan atau ke kiri untuk menghasilkan madu yang beraneka ragam warnanya, putih, kuning, dan merah dan merupakan minuman yang lezat serta mengandung obat bagi manusia.

2. Tafsir Al-Maraghi Surat An-Nahl ayat 68-69

Tuhanmu mengilhamkan dan membisikan kepada lebah serta mengajarinya berbagai pekerjaan yang membuatnya diduga sebagai makhluk berakal.

Penghidupan Lebah di Dalam Rumahnya

Para ahli kebidanan telah mempelajari ikhwal lebah dan menulis karangan mengenainya dengan berbagai bahasa, terutama pada majalah-majalah yang mempublikasikan perkembangan dan keadaannya. Dalam hal ini mereka telah mencapai beberapa perkara yaitu :

Pertama : lebah hidup dalam kelompok-kelompok besar yang jumlah sebagiannya mencapai kurang lima puluh ribu lebah. Masing-masing kelompok bertempat tinggal di sebuah rumah yang disebut rumah lebah (khaliyyah).

Kedua : dalam setiap rumah lebah terdapat satu lebah betina besar disebut “Ratu” yang paling besar tubuhnya di antara mereka dan perintahnya terhadap mereka sangat berpengaruh. Sejumlah lebah sekitar 400 sampai 500 ekor disebut lebah jantan, dan sejumlah lain dari 15.000 sampai 50.000 ekor disebut para pekerja.

Ketiga : ketiga lapisan lebah ini hidup di dalam rumahnya secara bergotong royong dan sangat teratur. Tugas seorang Ratu adalah bertelur, yang dari telurnya itu menetas seluruh lebah penghuni rumah itu. Dengan demikian, ia adalah induk seluruh lebah. Tugas lebah-lebah jantan ialah mengawini sang Ratu, mereka tidak mempunyai tugas lain selain itu. Sedangkan para pekerja bertugas mengabdi kepada rumah lebah, kepada sang Ratu dan lebah-lebah jantan. Sepanjang hari para pekerja berada diladang-ladang untuk mengumpulkan serbuk-serbuk bunga, kemudian kembali ke rumah untuk mengeluarkan madu yang menjadi makanan bagi seluruh penghuni rumah baik kecil maupun besar. 


Di samping itu, mereka mengeluarkan lilin yang dijadikan bahan untuk membangun rumah-rumah berbentuk persegi enam. Pada sebagian rumah itu, mereka menyimpan madu, dan pada sebagian lain mereka memelihara lebah-lebah kecil. Tidak mungkin seorang arsitek yang pandai sekalipun akan dapat membangun rumah-rumah seperti ini, meskipun dia menggunakan alat-alat seperti penggaris jangka.
Al-Jauhari mengatakan, Allah mengilhamkan kepadanya agar membangun rumahnya dalam bentuk persegi enam, supaya tidak rusak dan tidak berlubang. Para pekerja itu juga bertugas membersihkan rumah dan mengibaskan sayapnya untuk membantu menguatkannya, disamping memperhatikan kerajaan dan melindunginya dari serangan musuh, seperti semut, lalat dan sebagian burung.

Kemudian Allah menafsirkan apa yang diwahyukan kepadanya :

Buatlah rumah-rumahmu di bukit-bukit sebagai tempat kamu berlindung, atau di pepohonan, dan atau rumah-rumah, atap pelepah kurma dan lain sebagainya yang diangkat dan dibangun oleh manusia.

Kemudian makanlah, hai lebah dari setiap buah-buahan yang kamu ingini, baik rasanya manis, pahit ataupun antara keduanya.

Lalu tempuhlah jalan yang telah diilhamkan Allah kepadamu untuk menempuhnya, dan masukilah ia untuk mencari buah-buahan. Janganlah kamu merasa susah meskipun jalan itu susah, janganlah pula kamu ingin kembali dari padanya, meskipun ia jauh.

Beberapa Faedah Lebah

Pertama : dari padanya, kita mengambil madu yang merupakan makanan yang enak rasanya dan mengandung prosentase besar dari zat-zat yang berfaedah bagi tubuh.
Kedua : dari padanya kita mengambil lilin yang kita jadikan bahan membuat lilin penerang.
Ketiga : ia membantu mengawinkan bunga-bunga, sehingga menjadi penyebab bertambahnya buah dan membaguskan jenisnya.

Dari perut lebah, Allah SWT. mengeluarkan minuman yang beraneka warna dan mengandung obat yang menyembuhkan manusia. Pada yang demikian itu terdapat dalil yang jelas, bahwa yang telah menundukan lebah, memberinya petunjuk untuk memakan buah-buahan yang ia makan dan membuat rumah-rumahnya di bukit, pohon serta tempat-tempat yang dibangun oleh manusia, dan yang telah mengeluarkan dari dalam perutnya apa yang mengandung obat bagi kesembuhan manusia, adalah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. 

Bagaimana Madu Terjadi ?

Lebah-lebah pekerja menghisap serbuk bunga-bunga, lalu serbuk itu turun dan berkumpul dalam sebuah kantong yang ada di dalam perutnya. Disanalah serbuk itu bercampur dengan sari pati khusus, lalu berubah menjadi madu. Abul A’la mengatakan :

“Lebah memetik yang pahit dari bunga Ruba, lalu mengeluarkannya melalui air liurnya sebagai madu murni (yang belum diperas dari lilinnya).”

Kemudian lebah kembali kerumahnya untuk mengeluarkannya untuk mengeluarkan madu dari mulutnya di rumah-rumah lilin yang dikhususkan untuk menyimpan madu. Setiap kali rumah itu penuh, lebah menutupinya dengan lapisan lilin, dan berpindah kerumah lain.

Beberapa Faedah Madu

Setelah berbicara tentang lebah, selanjutnya Allah memberitahu manusia tentang faedah-faedahnya, karena nikmat memang diperuntukkan bagi mereka, diantaranya yaitu :

1. Keluar dari dalam perutnya madu-madu yang beraneka warna. Ada yang putih, ada yang kuning, ada pula yang merah, sesuai dengan perbedaan tempat penggembalaannya.

2. Karena ia berguna bagi pengobatan banyak penyakit, sering dimasukkan dalam komposisi ramuan dan obat-obatan.

Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw. dan berkata : “Saudara saya sakit perut.” Rasul menjawab : “Beri ia madu!” kemudian orang itu datang kembali untuk kedua kalinya. Rasul berkata lagi : “Beri ia madu!” kemudian orang itu datang lagi untuk ketiga kalinya. Rasul berkata lagi : “Beri ia madu!” kemudian orang itu datang lagi dan berkata : “Telah saya lakukan.” Rasul menjawab : “Allah SWT. benar dan perut saudaramu yang bohong. Beri ia madu!.” Setelah itu diberikannya lagi madu kepada saudaranya, dam sembuhlah penyakitnya.  (HR. Bukhari dan Muslim)

“Kesembuhan dari penyakit itu ada tiga hal : Berbekam, minum madu dan dibakar dengan besi panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu.”(HR. Bukhari)

Sungguh benar ayat yang mulia :

“ Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. ”



From many sources
Tag : ,

- Copyright © Al-Ihtisyam - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -