Archive for 2013-02-24

Mengapa Wanita Mudah Menangis

By : Ave Ry

Pertanyaan ini beberapa kali mengusik saya, “Mengapa wanita mudah menangis dibanding pria?”. Atas dasar itulah saya mencoba menelusuri penyebab yang ‘masuk akal’. Beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab di balik menangis dan ada berapa jenis air mata serta perbedaan cara pria dan wanita saat menangis.

Wanita secara biologis lebih sering meneteskan air mata dibandingkan pria. Di bawah mikroskop, sel-sel kelenjar air mata wanita terlihat berbeda dari pria. Selain itu, saluran air mata pria lebih besar daripada wanita, sehingga jika seorang pria dan seorang wanita menangis, air mata wanita itu lebih cepat membasahi pipinya.

Menurut penulis buku laris, “The Female Brain” Dr Brizendine, kondisi sosial berperan dalam menahan dorongan untuk menangis. Ketika kita mengalami sakit fisik atau kesedihan karena emosional atau frustrasi, amygdala otak, yang merupakan bagian dari sistem limbik atau “otak emosional,” meransang sinyal. Jika stimulus cukup besar, energi dapat berpindah dari area emosional ke dalam strip motor frontal. Saat itulah napas bisa berkembang menjadi terisak-isak.

Salah satu hormon dalam air mata adalah prolaktin yang merupakan katalis laktasi. Sama halnya dalam membantu menghasilkan susu. Prolaktin juga membantu dalam produksi air mata. Pada wanita saat mencapai usia 18 tahun, mereka memiliki 50 persen dan menjadi 60 persen prolaktin, lebih tinggi dalam aliran darah mereka daripada pria. “Kami percaya ini adalah salah satu alasan bahwa perempuan lebih mudah menangis,” kata Frey. Diantara penyebab mudahnya wanita menangis yatitu;

1. Hormon

Hormon wanita lebih mudah berada di dalam keadaan yang tidak stabil terutamanya apabila wanita datang bulan. Tekanan yang sebelum ini biasa untuk mereka, akan menjadi satu tekanan besar yang mampu untuk membuat wanita menangis. Banyak wanita menyatakan mereka lebih kerap menangis ketika datang bulan (haid). Hal itulah yang terkadang akan membuat wanita menjadi lebih sensitif dari masalah-masalah yang kecil akan menjadi semakin besar

2. Manipulasi

Apkah sahabat tahu bahwa perasaan kebanyakan wanita meyakini, kalau pria itu lemah terhadap air mata wanita? Pemikiran seperti ini telah diterapkan sejak dulu dan menyebabkan setangah wanita menyalahgunakannya untuk memanipulasi sesuatu keadaan itu. Mereka juga yakin bahwa seseorang pria sanggup melakukan apa saja hanya untuk menghentikan tangisan air mata mereka

3. Luapan emosi yang ikhlas

Tidak semua wanita menangis kerana hendak memanipulasi pria, itu hanya segelintir saja. Banyak wanita menangis kerana luapan emosi. Pemikiran seorang wanita lebih mudah dipengaruhi oleh emosi berbanding pertimbangan. Wanita secara automatik akan mengekspresikan sesuatu tindakan itu mengikuti emosi yang sedang mereka lalui, berbanding pria yang selalu mencoba mengawali tindakan mereka supaya tidak terikut dengan rentak emosi mereka sendiri. Ini adalah perbedaan yang kental antara pria dan wanita. Seseorang pria lebih mementingkan pertimbangannya ketimbang luapan emosi perasaannya

4. Kemarahan

Tidak sama seperti pria, wanita lebih cenderung untuk meluapkan kemarahan mereka melalui tangisan
Ini merupakan sifat seorang yang bergelar wanita, terutama apabila sahabat melakukan sesuatu perkara yang mereka tidak suka. Dan semua wanita nyatanya sudah terbiasa bagi mereka untuk meluapkan kemarahan melalui tangisan. Mereka akan merasa lebih tenang selepas itu. Hal ini juga dianggap salah satu alternatif terbaik untuk meluapkan perasaan bagi wanita

5. Memori – Kenangan

Wanita merupakan makhluk ciptaan yang mempunyai pemikiran yang paling kompleks. Mungkin ketika sahabat sedang bergembira dan secara tiba-tiba saja mereka mampu untuk mengingat kenangan lalu yang membuat mereka menangis. Menurut beberapa kajian, wanita lebih banyak mengingati setiap detik kehidupan yang mereka lalui dibanding pria

Sulitnya mereka untuk melupakan masa lalu yang telah banyak dilaluinya membuat mereka merasakan kegalauan dirundung duka setiap mengingatnya. Tangisan memang agak asing bagi pria. Tetapi kesimpulan yang mudah untuk dibuat adalah, apabila wanita menangis, mereka sebenarnya memerlukan pria
Lakukan tanggungjawab sebagai pria sebaiknya untuk menenangkan mereka.

Maka bagaimana pandanganmu tentang linangan air mata wanita ?
Setiap tetesan air mata wanita tentu ada sebabnya, tetapi ingatlah bahwa wanita adalah makhluk yang sangat perasa. Dan karena perasa itulah, maka sebab sekecil apapun akan melukainya.

Ketahuilah...
Kesedihan dan sakit hati adalah angin panas atau energi negatif yang bisa berubah menjadi racun di dalam tubuh. Racun akan keluar bersamaan dengan keluarnya air mata di saat menangis.

Sadarilah...
Wanita atau ibu, dialah yang paling berat beban hidupnya, dia harus mengandung, dia harus menyusui, dan dia harus mengurus rumah tangga. Karena urusan yang besar itulah, maka Allah memberikan kekuatan dan kemampuan yang luar biasa untuk meneteskan air mata ketika menangis. Semua itu tidak lain adalah untuk melepaskan beban, mengembalikan daya tahan dan yang terpenting adalah membersihkan racun dari angin panas dan energi negatif. Dengan demikian, dia bisa tetap sehat dan selamat, sekaligus menyelamatkan anak-anaknya dari semua yang membahayakan dan mempengaruhinya.

Source :

1. likecakra.blogspot.com
2. www.salimah.or.id
3. ghitahansin.wordpress.com

Tag : ,

Mu'jizat Al-Qur'an

By : Ave Ry

Bagi sobat yang tertarik dengan kajian tentang Al-Qur'an, kajian satu ini tidak boleh dilewatkan.

Acara ini adalah kajian Al-Qur'an dengan menggunakan metode bedah buku Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur'an yang mana akan dipaparkan oleh Ustad muda yang sangat berkompeten di bidangnya yaitu Ust. H. Ahmadi Usman, S.Sos.I, M.A. Seorang pengajar di Universitas Ibn Khaldun & Tazkia ini mendalami ilmu tafsir Al Qur'an di Universitas Islamabad, Pakistan.

Materi yang dipaparkan Insya Allah akan berkesinambungan, dan akan dilaksanakan mulai Sabtu, 2 Maret 2013 Di Menara BAZ Lantai 2 Masjid Raya Bogor. Untuk materi awal akan di paparkan mengenai gambaran keseluruhan 10 Jilid buku dan kemudian pada pekan selanjutnya keseluruhan tema besar dalam buku.


Jangan Banyak Alasan, Berbuatlah Kebaikan Sekarang!

By : Ave Ry


Setiap diri kita akan bangga jika telah berbuat baik, dalam bentuk apapun itu dan sekecil apapun itu maka kita tak segan menceritakannya sebagai suatu prestasi. Namun sayangnya waktu yang kita miliki tak sebanyak apa yang kita pikirkan untuk melakukannya.

“Bersegeralah kalian melakukan amal-amal yang shalih, karena akan terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita, dimana ada seseorang pada waktu pagi beriman tetapi pada waktu sore ia menjadi kafir, pada waktu sore ia beriman tetapi pada waktu pagi ia telah kafir. Ia rela menukar agamanya dengan kesenangan dunia (HR.Muslim).

Menunda kebaikan sama sekali tidak dianjurkan dalam Islam. Bila niat baik ada di hati maka lakukanlah kebaikan itu! Karena setan akan dengan sangat lihai mengubah niat dan mengendurkan semangat. Sementara kita sendiri tidak tahu, apakah kesempatan melakukan kebaikan itu menjadi kesempatan yang akan terus ada, atau justru menjadi kesempatan terakhir.

Dalam sebuah buku tentang kisah orang-orang saleh terdahulu diceritakan salah seorang dari mereka berpesan : Maa ahbabta ayyakuuna ma’aka fil aakhirat if’alhul yaum. Wamaa karihta ayyakuuna ma’aka fil aakhirat utrukul yaum. Apa yang kau suka untuk dibawa ke akhirat kerjakan sekarang juga. Dan apa yang kau suka untuk kau tidak suka dibawa ke akhirat tinggalkan sekarang juga.

"Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan." (al-Baqarah [2]: 148)

Kita sering berandai andai dengan berkata “andai waktu bisa kuputar kembali”, saat itu banyak hal yang seharusnya kita lakukan tidak kita kerjakan, kesempatan yang ada kita tinggalkan, dan tersisa hanya penyesalan dan mengandaikan waktu yang berputar mundur agar kita bisa mendapatkan satu kesempatan lagi untuk melakukan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Lalu mengapa kita harus berleha-leha? Tidakkah kita takut untuk menunda? Karena bisa saja kita tak lagi bisa menemukan waktu untuk melakukan apa yang pernah kita tunda.

Islam tak pernah mengajarkan penganutnya untuk menunda melakukan pekerjaan, terlebih menunda melakukan kebaikan. Islam adalah agama bagi orang-orang yang senantiasa menghabiskan setiap detik waktunya tanpa perbuatan yang sia-sia, Islam adalah agama yang mengajarkan penganutnya untuk senantiasa banyak berbuat, pandai memanfaatkan waktu dan tidak menyia-nyiakan waktu. Sebab Islam tidak menghendaki para pemeluknya menjadi umat yang lemah, pemalas dan menganggur. Dalam Islam kerja keras dengan niat ibadah kepada Allah begitu agung dan dimuliakan. Rasulullah sering kali mengingatkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan waktu luang yang sering kali tidak banyak disadari bahwa waktu sangat berharga.

Waktu yang kita sia-siakan dan tidak kita isi dengan perbuatan baik, lama kelamaan akan terisi dengan berbagai keburukan dan ketika apa yang menjadi impian kita datang dan berwujud sebuah kesempatan namun tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya niscaya karunia Allah akan lepas dari tangan kita. Allah berfirman

"Maka, apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (QS al-Insyirah : 7).

Pekerjaan yang bisa kita lakukan di pagi hari tidak seharusnya kita tunda hingga sore hari demikian juga bila kita bisa mengerjakannya ketika sore hari maka mengapa harus menundanya hingga malam hari tiba? Apa yang kita dapatkan maka itu akan menjadi cermin dari apa yang kita lakukan.

Rasulullah juga pernah mengingatkan ummatnya dengan "lima perkara sebelum lima perkara" yang diriwayatkan Imam Hakim dalam kitab al-Mustadrak.
Perkara pertama adalah bahwa Rasulullah SAW menyebutkan, "Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu", “Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu", "Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu", "Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu", "Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu".

Kelima hal itu merupakan inti dari kehidupan manusia dan segala yang terjadi sesungguhnya berdasar atas bagaimana kita "mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya" .Kesemuanya bertitik tolak pada satu hal, yaitu agar ketika kita diberi kenikmatan oleh Allah, hendaknya tak membuat kita lupa diri dan hendaknya agar kita semakin menyadari bahwa kehidupan yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya, yang harus dijalani tanpa sedikitpun menyia-nyiakannya. Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, karena di masa mudalah raga kita masih kuat untuk beribadah, untuk menolong yang lemah, masih kuat untuk belajar, berfikir dan melakukan segala hal demi kemaslahatan dunia dan sebagai tabungan akhirat kita.

Kemajuan dan kemunduran sebuah bangsa sangat tergantung pada kesigapan dan kekuatan para pemudanya, akan mundurlah suatu bangsa dan hancurlah ia jika generasi mudanya merupakan orang-orang malas, dan tak bisa bertanggung jawab. Dan tentu akan menjadi maju sebuah bangsa jika para pemuda pemudinya adalah orang-orang yang tangguh, pandai dan bersemangat melakukan segala sesuatunya.

Ketahuilah bahwa saat paling berbahaya bagi akal manusia adalah saat dia ada dalam kekosongan karena kekosongan itu akan merasuki pikirannya dengan hal-hal buruk seperti merencanakan kejahatan dan perbuatan maksiat. Maka benarlah sebuah pepatah arab yang mengatakan Waktu adalah seperti pedang yang begitu tajam, jika kamu tidak membunuhnya maka ia yang akan membunuh kamu .

Karena sesungguhnya waktu kosong adalah pencuri yang cerdik dan culas. Maka, obatilah ia dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja ikhlas agar waktu kita berlimpah berkah dan rahmat. Maka akankah kita membiarkan diri kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi? Golongan orang-orang yang menyia-nyiakan hidup dan jauh dari amal soleh. Karena sesungguhnya ketika kita menunda satu kebaikan untuk dikerjakan, hal itu akan mematikan satu saraf ketajaman mata hati kita untuk semakin alpa dan lupa.


Source : 1. Oky Setiana Dewi
             2. Taufiqurrahman

Tag : ,

- Copyright © Al-Ihtisyam - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -