Jangan Banyak Alasan, Berbuatlah Kebaikan Sekarang!



Setiap diri kita akan bangga jika telah berbuat baik, dalam bentuk apapun itu dan sekecil apapun itu maka kita tak segan menceritakannya sebagai suatu prestasi. Namun sayangnya waktu yang kita miliki tak sebanyak apa yang kita pikirkan untuk melakukannya.

“Bersegeralah kalian melakukan amal-amal yang shalih, karena akan terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita, dimana ada seseorang pada waktu pagi beriman tetapi pada waktu sore ia menjadi kafir, pada waktu sore ia beriman tetapi pada waktu pagi ia telah kafir. Ia rela menukar agamanya dengan kesenangan dunia (HR.Muslim).

Menunda kebaikan sama sekali tidak dianjurkan dalam Islam. Bila niat baik ada di hati maka lakukanlah kebaikan itu! Karena setan akan dengan sangat lihai mengubah niat dan mengendurkan semangat. Sementara kita sendiri tidak tahu, apakah kesempatan melakukan kebaikan itu menjadi kesempatan yang akan terus ada, atau justru menjadi kesempatan terakhir.

Dalam sebuah buku tentang kisah orang-orang saleh terdahulu diceritakan salah seorang dari mereka berpesan : Maa ahbabta ayyakuuna ma’aka fil aakhirat if’alhul yaum. Wamaa karihta ayyakuuna ma’aka fil aakhirat utrukul yaum. Apa yang kau suka untuk dibawa ke akhirat kerjakan sekarang juga. Dan apa yang kau suka untuk kau tidak suka dibawa ke akhirat tinggalkan sekarang juga.

"Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan." (al-Baqarah [2]: 148)

Kita sering berandai andai dengan berkata “andai waktu bisa kuputar kembali”, saat itu banyak hal yang seharusnya kita lakukan tidak kita kerjakan, kesempatan yang ada kita tinggalkan, dan tersisa hanya penyesalan dan mengandaikan waktu yang berputar mundur agar kita bisa mendapatkan satu kesempatan lagi untuk melakukan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Lalu mengapa kita harus berleha-leha? Tidakkah kita takut untuk menunda? Karena bisa saja kita tak lagi bisa menemukan waktu untuk melakukan apa yang pernah kita tunda.

Islam tak pernah mengajarkan penganutnya untuk menunda melakukan pekerjaan, terlebih menunda melakukan kebaikan. Islam adalah agama bagi orang-orang yang senantiasa menghabiskan setiap detik waktunya tanpa perbuatan yang sia-sia, Islam adalah agama yang mengajarkan penganutnya untuk senantiasa banyak berbuat, pandai memanfaatkan waktu dan tidak menyia-nyiakan waktu. Sebab Islam tidak menghendaki para pemeluknya menjadi umat yang lemah, pemalas dan menganggur. Dalam Islam kerja keras dengan niat ibadah kepada Allah begitu agung dan dimuliakan. Rasulullah sering kali mengingatkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan waktu luang yang sering kali tidak banyak disadari bahwa waktu sangat berharga.

Waktu yang kita sia-siakan dan tidak kita isi dengan perbuatan baik, lama kelamaan akan terisi dengan berbagai keburukan dan ketika apa yang menjadi impian kita datang dan berwujud sebuah kesempatan namun tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya niscaya karunia Allah akan lepas dari tangan kita. Allah berfirman

"Maka, apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (QS al-Insyirah : 7).

Pekerjaan yang bisa kita lakukan di pagi hari tidak seharusnya kita tunda hingga sore hari demikian juga bila kita bisa mengerjakannya ketika sore hari maka mengapa harus menundanya hingga malam hari tiba? Apa yang kita dapatkan maka itu akan menjadi cermin dari apa yang kita lakukan.

Rasulullah juga pernah mengingatkan ummatnya dengan "lima perkara sebelum lima perkara" yang diriwayatkan Imam Hakim dalam kitab al-Mustadrak.
Perkara pertama adalah bahwa Rasulullah SAW menyebutkan, "Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu", “Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu", "Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu", "Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu", "Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu".

Kelima hal itu merupakan inti dari kehidupan manusia dan segala yang terjadi sesungguhnya berdasar atas bagaimana kita "mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya" .Kesemuanya bertitik tolak pada satu hal, yaitu agar ketika kita diberi kenikmatan oleh Allah, hendaknya tak membuat kita lupa diri dan hendaknya agar kita semakin menyadari bahwa kehidupan yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya, yang harus dijalani tanpa sedikitpun menyia-nyiakannya. Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, karena di masa mudalah raga kita masih kuat untuk beribadah, untuk menolong yang lemah, masih kuat untuk belajar, berfikir dan melakukan segala hal demi kemaslahatan dunia dan sebagai tabungan akhirat kita.

Kemajuan dan kemunduran sebuah bangsa sangat tergantung pada kesigapan dan kekuatan para pemudanya, akan mundurlah suatu bangsa dan hancurlah ia jika generasi mudanya merupakan orang-orang malas, dan tak bisa bertanggung jawab. Dan tentu akan menjadi maju sebuah bangsa jika para pemuda pemudinya adalah orang-orang yang tangguh, pandai dan bersemangat melakukan segala sesuatunya.

Ketahuilah bahwa saat paling berbahaya bagi akal manusia adalah saat dia ada dalam kekosongan karena kekosongan itu akan merasuki pikirannya dengan hal-hal buruk seperti merencanakan kejahatan dan perbuatan maksiat. Maka benarlah sebuah pepatah arab yang mengatakan Waktu adalah seperti pedang yang begitu tajam, jika kamu tidak membunuhnya maka ia yang akan membunuh kamu .

Karena sesungguhnya waktu kosong adalah pencuri yang cerdik dan culas. Maka, obatilah ia dengan kerja keras, kerja cepat, dan kerja ikhlas agar waktu kita berlimpah berkah dan rahmat. Maka akankah kita membiarkan diri kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi? Golongan orang-orang yang menyia-nyiakan hidup dan jauh dari amal soleh. Karena sesungguhnya ketika kita menunda satu kebaikan untuk dikerjakan, hal itu akan mematikan satu saraf ketajaman mata hati kita untuk semakin alpa dan lupa.


Source : 1. Oky Setiana Dewi
             2. Taufiqurrahman


24 komentar:

  1. 5 perkara sblm datang 5 perkara....hadist waktu di pondok dulu :D
    terkadang saya jg masih sering terlena,tapi kalau radio dakwah terus didengarkan alhamdulillah nggak lupa...aplge kl shalat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dengar yang pernah mondok jadi ngiri... Mau sekali, tapi telat kayaknya yah :-D

      Kalau lima perkara itu sudah lumayan booming cuz pernah dinyanyikan grup nasyid Raihan. Setujuuuu., awas kalau sampai lupa sholat (^,^)/

      Hapus
  2. saya jadi inget sama salah satu temen ane, dulu pernah ceramah tentang ini. selain itu juga mengajarkan antara keseimbangan dunia akhirat ... hehehe... sejuk sekali di hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena buah dari berbuat kebaikan di dunia dapat dipetik di akhirat :)

      Hapus
  3. ya mungkin umpama bawa bantal di tangan, kalo sebentar terasa ringan, coba klao 5 jam hehe...tidak ada yang ringan kalo di tunda-tunda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa aja sobat perumpamaannya., bener tuh berat terasa kalau semakin ditunda. Top, ^_^)b

      Hapus
  4. Wah ! baca artikel ini jadi semangat !
    Oh tulisannya mba oki ya, wah emang top deh :)
    Menunda2 pekerjaan salah 1 sifat burukku >__<?"
    Harus buang jauh2 yang 1 itu !
    Husssh husshh !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo aku ikut usirin ukht,, hush, hush pergi sanah.. Ganbatte..!!

      Hapus
  5. bener banget mbak :)
    Kamu tidak pernah terlalu tua untuk berbuat baik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eitss., yang tua tersungging, hoho

      Kamu pun tidak terlalu muda untuk berbuat baik ;)

      Hapus
  6. seimbangin antara dua & akhirat, bisa menjadi keseimbangan selagi hidup
    berbuat yg terbaik, selama hidup mungkin kunci utama' :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbuatlah kebaikan untuk akhiratmu, tapi jangan kau lupakan urusan duniamu., kalau seimbang gak bisa sepertinya sob. Kalau Ustad saya bilang 70 : 30

      Terimakasih sobat kunjungannya :)

      Hapus
  7. terutama dalam urusan shalat seiton pasti langsung nempel dibelakangku kalau adzan berkumandang, tar ah shalatnya, lagi nanggung...hadeuh.
    iya ah...saya akan menyegerakan niat baik saya selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. A'udzubillah himinasy syaiton nirrojim.... Ayo pak saya dukung (^_^)/

      Hapus
  8. tidak ada alasan untuk menunda-nunda perbuatan baik ya mbak,
    setuju banget ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak, kalau malas alasannya (ini mah saya)., harus di cut..!!

      Hapus
  9. Ayo buang semua alasan itu,
    berhenti menunda-nunda kebaikan yang bisa dilakukan,
    dan berhenti mempermanis keangkuhan...

    Syukron kak..
    ^__^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo,, ayo Fastabiqul khairat (^,^)/

      Afwan :)

      Hapus
  10. Assalamu'alaykum...
    Afwan ukh baru bisa silaturahim ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam., Wah Vitanya sudah beredar lagi... Terimakasih sudah dikunjungi. Keep Ukhuwah (^_^)/

      Hapus
  11. Yang memang benar, sebaiknya kita tak menunda melakukan hal-hal baik.
    Seringkali memang waktu kosong melenakan... tapi memang seharusnya diisi dengan hal2 yang bemanfaat ya?

    BalasHapus
  12. mari lakukan mulai hari ini siapa tahu ini hari tarakhir kita bisa melakukan nya jangan pernah berputus asa dengan apa yang telah kita lakukan di hari kemarin karena Allah Maha Pemurah Dan Penyayang yang Insya Allah akan mengampuni segala kesalahan yang telah kita lakukan di hari kemarin ..Insya Allah...Amiiin

    BalasHapus
  13. Setujuuuuuuuu!!!!! #Jingkrak-Jingkrak.
    Mari Kita isi waktu kosong dengan menabung amal untuk bekal di akhirat kelak.

    BalasHapus
  14. Mencerahkan, Gen-Q. saling mengingatkan yaa, sering-sering nulis kebaikan juga menuai kebaikan. :)
    Salam kenal, ^0^

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+