Pujian Melenakan

Suka banget dipuji? Hmm, kudu hati-hati loh! Karena pujian itu bisa membuat diri seseorang semakin ujub dan sombong. Tidak bisa dipungkiri, kebanyakan manusia suka dipuji apalagi yang namanya wanita dan begitupula seorang muslimah sekalipun suka dengan pujian.

Padahal kalau kita mengikuti jejak para sahabat Nabi dulu dan orang-orang shalih setelahnya, mereka tidak suka dipuji karena takut rusaknya amal-amal mereka. ‘Abdullah bin ‘Alwi bin Muhammad  al-Haddad berkata di dalam kitabnya Risalatul Mu’awanah wal Muzhaharah wal Mu’azarah:

Jika seseorang memujimu sedangkan hatimu tidak menyukai pujian dan pujian itu memang ada pada dirimu, maka bacalah doa berikut:

"Segala puji bagi Allah yang menampakkan yang baik dan menutupi yang buruk"

Bahkan sahabat Rasul yang mulia Abu Bakar Ash-shidiq ketika dipuji berdoa:

Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka
 
Begitu pula disebutkan dalam kitab Hilyatul Awliya’ karya Abu Na’im Al Asbahaniy bahwa ketika seseorang dipuji di hadapannya, hendaklah ia mengingkari, marah dan tidak menyukainya, ditambah membaca do’a di atas.

Para sahabat nabi dan orang-orang shalih setelahnya tidak suka akan pujian. Karena mereka khawatir amalan mereka jadi terhapus karena selalu mengharap pujian.

Ringkasnya, do’a di atas telah menjadi amalan para salaf sebagai suri tauladan yang baik bagi kita dalam beramal.

“Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik. Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (artinya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknya” (HR. Muslim no. 2985).

Imam Nawawi rahimahullah menuturkan, “Amalan seseorang yang berbuat riya’ (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa” (Syarh Shahih Muslim, 18: 115).

Hati-hati pula dengan sifat ujub, yaitu takjub pada diri sendiri. Dalam hadits yang ma’ruf disebutkan,

“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (HR. Abdur Rozaq 11: 304).

Ujub juga tidak merealisasikan ‘iyyaka nasta’in’ (Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan). Karena ia merasa dirinya-lah yang berbuat. Ditambah ujub pun dapat merusak amalan kebaikan. Sebagian ulama salaf, di antaranya Sa’id bin Jubair berkata,

“Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal kebaikan malah ia masuk neraka. Sebaliknya ada pula yang beramal kejelekan malah ia masuk surga. Yang beramal kebaikan tersebut, ia malah merasa ujub (bangga dengan amalnya), lantas ia pun berbangga diri, itulah yang mengakibatkan ia masuk neraka. Ada pula yang beramal kejelekan, namun ia senantiasa takut dan ia iringi dengan taubat, itulah yang membuatnya masuk surga.” (Majmu’ Al Fatawa, 10: 294)
Ya Allah, bersihkanlah diri kami dari sifat tidak ikhlas dan merasa takjub pada diri sendiri. Jadikanlah kami lebih baik daripada yang mereka nilai dan janganlah siksa kami karena pujian mereka.

Sumber :
Rumaysho



22 komentar:

  1. kalo saya Mbak, jaman remaja saya, kaloada orang muji, berarti sedang ngenyek saya, hahaha. jadi saya nggak pernah kerasa dipuji tulus deh, haha. jadi aman kan? nggak ada ujub-ujuban pokoknya. hebat kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhu, kadang juga saya bilang gitu kalau ada teman, "Jangan ngenyek deh" trus saya tinggal pergi, haha. Tapinya teh dilema kalau yang muji itu orang2 yang kita respek, heu

      Hapus
    2. ng'nyek dengan ledek ledekan sama ngga coba?

      Hapus
    3. Ngenyek itu ngeledek bnern, kalo ledek2kan ngeledek boongan, haha bnr ga?

      Hapus
  2. Hahah.. Kalo aku memang seneng banget dipuji. Tapi selalu mikir, apa bener pujiannya itu? :D Walaupun begitu aku selalu ngucapin terima kasih kepada yang memuji dan menjaga hati ku sendiri biar ngga terlena sama segala puji-pujian.. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku gak pernah bilang makasih, malah suka marah :D kecuali kalau yang muji itu yang lebih tua :p ,. Sulitnya wanita itu kalau diuji walau sudah dijaga tapi tetap senang juga kan :D

      Hapus
  3. segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam... alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin :)

    BalasHapus
  4. Lebih baik di kritik dari pada di puji di sanjung, ya benar memang pujian akan membuat orang menjadi sombong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kritikan yang membangun, kalau asal kritik saya mah suka sebel juga :D

      Hapus

  5. Jadi memang kembali ke nawaitu nya
    ya mbak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bab awal itu pak nawaitu ^^

      Hapus
  6. Iya ini, kayaknya perlu dibenahi lagi biar nggak ujub. Soalnya kadang kalau mau bikin apa-apa udah mikir "nanti ada yang muji nggak ya?" gitu duluan, yang akhirnya mengurangi kadar keihklasan kita, :|
    nice post.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sippo, awalan-tengah-akhiran, selalu perlu untuk membenahi ikhlas kita agar segala pekerjaan tulus

      Hapus
  7. Sudah sifatnya manusia itu senang dipuji dan tidak suka dicela.. Namun memang tidak bagus kalau terbuai dengan pujian.

    BalasHapus
  8. Kalo sy d puji, suka jawb, ah itu fitnah...krn pujiannya tak sesuai kenyataan...hehe

    BalasHapus
  9. Pujian itu bisa jadi positif tapi juga ada negatifnya..

    BalasHapus
  10. Nah,! ini!
    kadangkala memang salting juga dalam menghadapi pujian, yah jaawaban-jawaban yang diberikan pun sama kaya ka Ave ry ^^

    Tapi sekrang pengen ngikut jawaban Abu bakar ajah :)

    BalasHapus
  11. Dhe jarang dipuji mba, bahkan sepertinya hampir ga pernah deh. hehehehe..
    dulu sih yang sering muji Dhe adalah almh. mamak :D

    BalasHapus
  12. kalau udah terkenak pujian... jangan kita selalu merasa senang tapi seharusnya mengucapkan astaghfirullah semoga pujian ini tidak membuat aku menjadi merasa meninggu atau lainnya... :)

    BalasHapus
  13. Biasanya untuk menangkal pujian dari seseorang, saya suka langsung inget kesalahan saya sama dia aja, jadinya yang ada di benak saya saat itu adalah kekurangan diri saya :)

    BalasHapus
  14. Ini semua menunjukkan betapa sangat pentingnya menyandarkan segala amal hanya karena Allah Swt. ya, Mbak.

    BalasHapus
  15. Pujiannya ada yang positif dan ada juga yang negatif

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+