Aku Cinta Ummi Banget!

Dear diary,

I've got tears on my eyes, tonight..

Jangan pandangi aku begitu dy. Aku tau, jelek pasti. Berlelehan air mata begini... Habis, apa boleh buat? Lagi-lagi Ummi begitu. Memarahi aku dengan kata-kata yang tajam, menusuk tulangku sampai tergores. Aku tau, aku tau. Sudah semestinya kesabaran itu tak berhingga, iya kan? Tapi kali ini sudah keterlaluan.

Aku mau kabur dy..

Iya, beneran! Tadi aku sudah siapkan baju-baju untuk dibawa dan persiapan sekenanya. Pas didepan pintu, Ummi menarik ranselku, "Letakkan tas kamu!" begitu perintahnya. Kaku sekujur tubuhku. "Aku gak tahan Ummi!", hanya itu kalimat yang mampu keluar dari tenggorokanku.

Sekarang aku disini..

Terus dikamar ini, membasahi sampulmu. What have I done? Doing stupid thing like that! Huh, sudahlah diary, aku lelah. Goodnight to you

***

Dear diary,

I've got tears on my eyes tonight, still..

Bagaimana aku tidak menangis lagi, coba saja kamu dengarkan mereka bernyanyi..

You taught me everything
And everything you've given me
I always keep it inside
You're the driving force in my life

There isn't anything
Or anyone that I could be
And it just wouldn't feel right
If I didn't have you by my side

You were there for me to love and care for me
When skies were grey
Whenever I was down
You were always there to comfort me
And no one else can be what you have been to me
You will always be
You will always be, the girl in my life for all times

Mama, mama you know I love you
Mama, mama you're the queen of my heart
Your love is like  tears from the stars
Mama I just want you to know
Lovin' you is like food to my soul

Radio ini sebenarnya sengaja ya mau buat aku merasa bersalah!? Tiba-tiba memutar lagu Boyz II Men, A Song For Mama...

Diary... jangan diam begitu, aku butuh nasihat! Ini sudah dua hari dy. Aku tau... kamu pasti benci ya sama aku? Merajuk, ngambek tidak berkesudahan. Aku juga capek kok, serius!

***

Dear diary,

I've got smile on my face, tonight..

Ternyata ya dy, aku baru tau... aku itu orangnya manja! Aku bisa ngambek kalau tidak dibuatkan sarapan oleh Ummi, aku bisa uring-uringan kalau Ummi tidak mau menyapa dan aku bisa stress setengah mati kalau pulang kerumah mendapati Ummi tidak ada! Diary... aku cerita hanya padamu saja loh, kalau Aku Cinta Ummi Banget!

Hummm, kenapa aku bilang begitu? Karena ya dy... orang-orang itu suka sok tau deh. Mereka bilang aku orangnya galak, judes, tidak perhatian. Ummi juga bilang begitu sih. Tapi biarin deh... Aku juga aneh kalau mau mengungkapkan kalimat atau sikap yang menurutku 'kayak anak kecil', malah terasa gimanaaa gitu. Makanya, cukup kamu aja yang tau.

O, ya aku barusan aja bikin puisi buat Ummi. Puisinya norak kayaknya! Jadi aku simpan aja deh... biar kamu aja yang tau. Nanti kalau aku kasih tau malah diledekin lagi! Puisi akhir Ramadhan nih...



Ibu, wajahmu bersih bercahaya

Matamu indah menyimpan seberkas untaian galaksi Andromeda

Indah ukiran senyummu begitu mempesona

Hangat mendekap jiwa yang hampa

Dengan tanganmu yang mulia


Aku tidak menyesal dengan takdir yang Dia tentukan untukku

Sesalku hanyalah endapan benci yang dulu pernah terbersit dalam hatiku

Diatas Langit Ramadhan, doa penuh kebaikan tercurah padamu


“ Ya Rabb, bersihkan wajahnya dari debu-debu dosa

Palingkan matanya dari gemerlap dunia fana

Sinari senyum disepanjang kehidupannya

Hangatkan jiwanya dengan ayat-ayat-Mu yang mulia

Dan tautkan tangannya dan tanganku untuk sama-sama berada di surga “





PS : Sepertinya lebaran nanti aku bakalan lebih lama deh sungkemannya. Tapi diam-diam aja (^_^)/






50 komentar:

  1. Masya Allah, karena manja ternyata ya :)
    Sukses lagi untuk GA nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah sobat salah baca kali... :D

      Terimakasih ya, sukses juga buatmu sob

      Hapus
  2. yah curhatnya ke diary.
    ya sudah, biar diary saja yang menjawab.
    saya diam saja ah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diary diam, Pak Zach diam.. 'Sudah, pecahkan saja gelas itu" *Diansastro modeon :D

      Hapus
  3. yang namanya umi, bagaiamanpun ya tetep umi, kadang memarahi bukti rasa kasih sayangnya, gitu kali hehe...sukses buat GA-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya zaman dulunya kan saya masih remaja sob, jadi belum ngeh yang begitu mah :D

      Hapus
  4. Umi memang segalanya kawan
    tanpa umi apalah kita ada apa gak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persis seperti lagunya Boyz II Men Pak... :)

      Hapus
  5. Balasan
    1. Malam sob, terimakasih kunjungannya :)

      Hapus
  6. selamat malam sobat yang baik hati... :)
    salam dari saya untuk ummi sobat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga sobat yang pandai bersyukur..., terimakasih, Ummi saya tapi tidak salam balik buat sobat :D

      Hapus
  7. ikut nyimak sob my mam is no one for me sama dong dengan lagunya maherzain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekalian kita buat satu album aja sob sama Umminya Hadad Alwi (^_^)/

      Hapus
  8. puisi bagus ko dibilang norak.. *smile

    BalasHapus
  9. manja, kreatif, pujangga hmmmmmm apa lagi ya? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sobat bisa aja., sudah beredar lagi nih :)

      Hapus
  10. goodluuuck for the GA genki.. menang niiih menaang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin., semangatnya yang penting mb.. nulis teruuus :D

      Hapus
  11. ada kalanya apa yang dikatakan orang tua seakan salah bagi kita ,tapi akan terasa jika kita sudah merasakan menjadi orang tua...bahwa apa yang dikatakan orang tua adalah demi kebaikan kita sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelajaran baik untuk menjadi orangtua., terimakasih pak kunjungan dan petuahnya :)

      Hapus
  12. Ibu ingin yang terbaik buat anaknya, namun kita selalu berfikir kenapa Ibu dikit2 selalu marah..
    Kenapa dan kenapa???
    Jawaban itu akan ada setelah kita merasakan sesungguhnya bagaimana menjadi seorang Ibu untuk anak2 kita..
    Keep Smile ^,^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sobat, ego muncul karena tidak merasa. Kalau sudah merasakan baru tau, dan perlahan tumbuh kesadaran ...

      Love to smile (^_^)/

      Hapus
  13. Memang senang seandainya bisa melihat dari kacamata anak :)

    BalasHapus
  14. Jika tentang Ibu, saya bisa menangis ada rasa rindu yang memuncah. I love Ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru sobat yang mengerti pointnya... huhu. Ini bukan tentang anak dan sifatnya, tapi maksudnya biar apapun keadaannya terdapat tali penguat emosionil antara ibu dan anak. Walau terkadang terdapat hal2 yang tidak disukai kedua belah pihak, tapi kasih sayang antara mereka tidak terbandingkan kecuali oleh Ar Rahim, Pemilik manusia.

      Ada yang bisa mengungkapkan emosinya secara verbal dan ada yang tidak (contohnya saya), nah, lewat media tulisanlah jalan satu-satunya meskipun kemungkinan terbaca nihil. Rasa rindu yang sobat katakan itulah yang membuat saya selalu menitikkan air mata tatkala mengingat keberadaannya. Dan yang parah, ketakutan untuk berpisah T_T

      Hapus
  15. aduuhh manja'nyaaaa.. gak dibuatin sarapan langsung ngambek.. hehehee.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu duluuuuu..!! Hadeuh., saya jadi histeris :D

      Hapus
  16. kadang kemanjaan itu bisa mematikan rasa sayang kita terhadap kedua orang tua kita....., selamat berlomba ya...salam sukses selalu dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya kata yang itu saya hapus juga ini.. (diledekkin terus soalnya) hehe., soalnya ini kan tulisan duluuuuu sekali. Tulisan anak sekolahan namanya juga. Dikeluarkan untuk kepentingan perlombaan, hoho.. Sekarang sudah belajar mandiri kok (^_^)/

      Salam sukses juga pak dari Bogor :)

      Hapus
  17. ass...kunjungan mlm hari.sekedar memberi tahu,anda dapat award dari majelis jagad kawula...silakan dibungkus dan dibawa p[ulang...salam hangat dan doa saya sukses selalu buat anda aamiin ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik, asyik,, pagi-pagi terima award, langsung menuju TKP (>,<)/

      Hapus
  18. ibu... ibu... ibu...
    tiga huruf itu sanggup membuat air mata meleleh. jadi teringat ibuku... membaca ini kangenku kambuh berat ukh, sebab kami terpisah kota. saya jarang membersamai beliau. teringat beratnya saat kali pertama perpisahan kami...

    semoga GAnya sukses ok. o iya.. baru tau nih ternyata ukhti basta dulunya manjaa yaa.. ^_^
    dan ternyata, dirimu memiliki sisi puitis juga ukh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jadi maluuu :D

      Wah, yang sabar ya ukht.. kalau seperti itu malah bisa menambah kecintaan karena kerinduan akan meningkatkannya seiring jarangnya intensitas pertemuan. Kalau tiap hari bertemu sinyal kurang cethar gt ukh :D

      Hapus
  19. yah yah yah .... malah crhat ... hehehe .....

    BalasHapus
  20. ibu memang sangatlah berpengaruh terhadap kita, namun pengaruhnya buat kita adalah positif banget, tanpa restunya kita nggak akan bahagia dunia ahirat. jadi kita harus menyayanginya seperti dia menyayangi kita dengan setulus hati....

    BalasHapus
  21. Klo lihat istriku yg selalu setia ngurusin anak2, jadi sadar klo selama ini sy belum berbakti kpd ibu dgn sempurna.

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
    جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَبُوكَ»
    Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya: Ya Rasulullah, siapakah yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik? Rasulullah menjawab: Ibumu.
    Ia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah menjawab: Kemudian ibumu.
    Ia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah menjawab: Kemudian ibumu.
    Ia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah menjawab: Kemudian ayahmu. [Sahih Bukhari dan Muslim]

    Jika kita tdk mampu membahagiakan org tua dgn kenikmatan duniawi, semoga amal ibadah kita bisa membahagiakan mrk di akhirat. Amiin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... itu yang diharapkan. Karena apalah kemampuan kita untuk membahagiakan beliau yang telah mengeluarkan peluh serta darahnya dengan keadaan tersenyum?

      Rabbighfirli, wali walidayya
      Warham huma
      Kama Robbayana Soghoro

      Syukron katsir Abu Hafs :)

      Hapus
  22. kalau aku deket banget sih sama ibuku, jadi udah tahu watak'a, keras buat yang terbaik kok, buat anaknya, kalau masih di omelin sama ibu, berarti ibu masih sayang & ingat kita :)

    BalasHapus
  23. kujungan malam...ibu ..bagaikan jikat bagiku..

    BalasHapus
  24. ternyata tulisan di blog mbak sangat menarik2, btw sudah saya follow ya.
    saya juga sangat sayang ummi, sedih rasanya klo buat hati ummi kecik

    BalasHapus
  25. Ummi adalah sandaran keduaku setalah Allah dan Rasul-Nya..
    I love u, ummi.. ^^

    BalasHapus
  26. I Love My Emak So Much !! apelgi kalo udah ngerasain nyang namenye susah payah saat hamill T_T, betapa buruknya kita dulu, ketika sadar atau tidak udah nyakitin beliau. Semoga seluruh Emak2 didunia mendapat kesehatan dan semangat sellaluhh

    BalasHapus
  27. tulisanny remaja bgd deh.. hehe...

    Iya ummi itu ya emak terbaik deh. Krna kita juga bakalan jadi ibu insya Allah.
    Puiisnya bagus kok..
    jadi mrebes mili. :)
    salam untuk ummi kamu ya Ve

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+