Biarkan Aku Diam...

Biarkan aku diam…
Tertunduk pekur menjala asa
Meluas harap di padang sabana

Kailku mungkin hanya sejumput noda
Berenang-renang, bebas menuju rupa
Karena itu, biarkan aku diam

Sempurna… ah, kata itu mengolok-ku
Menorehkan luka membekas dalam khusyuk-ku
Jadi, biarkan saja sejenak dalam diam ku

Karena peluh sisa derap langkah ini
Beriak, terpatri sadar dan menyendiri
Tenang dalam gerimis Juni

Biarkan aku diam…
Bisakah? Selubungi kaca agar ia tak pecah, tumpah
Padamkan luka memar, hangatkan merahnya ‘tuk kembali cerah


52 komentar:

  1. ew... bikinin kata-kata cinta yang rohani dong

    *bener gak nih komennya* ^^ .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cinta yang rohani... aha ihi ^^

      Sudahlah Miz,, biarkan aku diam :P

      Hapus
    2. dan seketika mau komen apa aku nge-blank gara2 baca komen di atas... hahaha
      iya iya diemo... :D

      Hapus
  2. serius bahasanya sarat makna, saya sendiri nggak tahu makna dari puisi ini, namun harus saya akui bahwa bahasanya memang indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih apresiasinya sobat :)

      Hapus
  3. Puisinya T.O.P banget dah ... :D

    BalasHapus
  4. puisinya memiliki makna yang mendalam.

    BalasHapus
  5. kata2 yang mana yang membuatmu diam. semoga kata2 yang membuatmu mengerti tentang sebuah Perenungan terhebat. aamiin..

    bahasanya renyah dan masya Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berasa keripik, renyah... :D

      Kata-kata dari-Nya lah yang membuat perenunganku menghebat. Menghujam dan menetes :'(

      Hapus
  6. kata kata nya sungguh mendayu2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perahu kali mendayu... (eh, mendayung yak) :p

      Hapus
  7. diamnya jangan lama-lama karena nggak semua orang mengerti apa yang kamu rasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaa,, Jlebb..!! Begitukah?? Baiklah... (@,@)/

      Hapus
  8. Hanya bisa bilang puisi nya bagus mbak..
    Mesti buat nya dari hati yg paling dalem ya..hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Pur... Gak dalem2 amat kok ^^

      Hapus
  9. saya telaah lagi lebih lama ya Mbak. saya pengin menghayati tapi belum masuk. keburu mau ke mesjid nih, Isya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahh,, bapak ini kebiasaan... Huuhh #melengos :P

      Hapus
  10. hmm.. bagus kata katanya sob.. di kutip dari pengalaman pribadi ya.? hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uhuk,, uhuk,, Jangan sok tau deuh sob, eheh #lagi sensi :p

      Hapus
  11. diam sejenak tuk bertafakkur *smile

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejauh ini komenmu khy yang paling dekat :)

      Mari ber-muhasabah...

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  12. eh kok komennya ilang.. ya wis, tulis lagi..

    @_@ marai mumet....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata ada yang lebih mumet dari Gen-Q (@,@)/

      Hapus
  13. hmmmm...... rasa-rasanya sy mampu menembus pandang akan hijab untaian kata ini, ketika jutaan titik air yang menambah dalam tafakur diri, semua tentang cita dan cinta akan penghambaan, Semoga diam mu emasmu, tafakurmu penenangmu, dan malumu akan menghadirkan cinta sang Maha Pencipta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Have no words to say... T_T

      Hapus
    2. berhubung si mba gak mau bicara, saya bantuin deh. ikhlas kok. "diam tak lagi menjadi syarat perubahan negeri, walau dicaci maki, perubahan hakiki adalah harga mati. harus dimulai dari diri, negeri tak bisa menanti lagi" (berasa nemenin fahri hamzah orasi di depan kampus UI)

      Hapus
    3. Waduhh, Gen-Q kedatangan senior ^o^ ,.

      Hapus
  14. diamny jgn lama-lama ya mbak
    ehehhe :P

    BalasHapus
  15. halahh Mbak, nyantai aja...
    nggak usah dipikirin
    yang namanya diam memang kodratinya seperti itu bukan?
    kalopun berusuara nanti malah salah
    asyiik aja
    pasti nanti ada yang terbaik yang menjadi jalan panjang yang penuh cerita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ihhzz, siapa juga yang mikirin :D ., mending ngunyah klepon (^.^)/

      Hapus
  16. diam itu emang bukan pekerjaan mudah bagi yg kritis berpikir. kalo mulut blogger diam, tapi tulisannya berbicara bahkan teriak melebihi kerasnya loudspeaker TOA. itu artinya blogger harus terus menulis kebenaran, jangn ikut blogger 3G.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blogger tak berisik di mulut... dia akan ceriwis dalam tulisan. Dan seorang yang bijaksana dalam tulisannya musti tau kapan ia harus menyiram minyak hingga berapi, menuang beku hingga mencair atau kapan ia harus menabur bunga hingga mewangi ;)

      Hapus
  17. Puisinya menyentuh hatiku
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan hatiku tersentuh atas kedatanganmu :)

      Hapus
  18. selamat malam sobat..
    sungguh indah puisinya.
    saya sangat suka sekali.
    tersentuh dalam hati..

    BalasHapus
  19. kata orang diam itu ibarat emas..namun kelamaan diam tentunya membuat orang bertanya-tanya...apakah memang diam krena enggan bicara atau diam krena memang tak bisa bicara :-)

    BalasHapus
  20. perenungan memang membutuhkan keheningan

    BalasHapus
  21. Aku tak akan membiarkan kamu diam.

    BalasHapus
  22. Puisi yang bagus, tapi terkadang aku tak tahu maksudnya apa.. ^^'

    BalasHapus
  23. kalo ada pr bikin puisi ntar dibuatkan yaaa

    BalasHapus
  24. Biarkan aku diam, menceramahi kelemahan diri. Bercermin dalam laku dan polah diri. Biarkan aku diam menyepi menyendiri, merenung dan meratapi dosa hati.
    #biarin ga nyambung juga :D

    BalasHapus
  25. lirik kanan kiri nyari2 artikel baru *smile

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, sudahlah khy... baru 2 hari biarkan Gen-Q istirahat dulu ^^

      Hapus
  26. ku berlari .. kuterdiam ... ayo lirik lagunya siapa?

    BalasHapus
  27. nice,, udah bisa nih kyk chairil anwar mbake :D

    BalasHapus
  28. punten... punteeen.... numpang lewaat... :)

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+