Misunderstanding!



Sudah hampir sebulan hiatus rasanya kangen juga ngeblog. Yess, yang Gen-Q kangenin adalah blogging. Setelah menjalani rutinitas yang dibilang padat nggak, kalau dibilang nggak padat juga nggak (datang-datang buat bingung).

Menulis itu banyak medianya untuk sekarang ini, nggak usah disebut satu persatu juga sobat blogger pasti taulah. Dan dari semua media, bagi saya blog adalah yang paling nyaman. Audiens yang asik, nggak perlu ilmiah-ilmiah amat, tapi juga nggak asal.

Untuk edisi perdana setelah hiatus lama saya sebenarnya cuma mau curhat, hoho.

Misunderstanding! Yupz, kalau sobat pikir ini cuma terjadi antara person per person, well .. salah besar. Misunderstanding ini bisa juga terjadi antar instansi, kelompok bahkan antar pejabat pemerintahan dan masyarakat seperti yang saya alami ini.

Setelah beberapa lama saya mengamati cara bekerja lingkungan tempat saya bekerja saat ini saya sangat merasakan terdapat banyak kali salah pengertian atau persepsi. The fact is, saya bekerja di lingkungan pemerintahan tetapi saya bukan PNS. Saya melayani masyarakat tetapi bukan LSM (nah loh, apa coba? Hoho)

Saya diamanahkan untuk mengurusi sebuah organisasi masyarakat untuk kota sehat yang bernaung langsung dibawah Badan Pemerintah Daerah alias Bappeda. Dari sana banyak link yang terkait demi tercapainya kota saya yang sehat dan nyaman tinggal. Dari mulai Walikota langsung terlibat sampai kepada instansi-instansi terkait (banyak banget deh kalau disebutin mah).

Untuk mewujudkan kota sehat dibentuklah sebuah wadah kemasyarakatan bernama Forum Kota “Titik-ttitk” Sehat (kotanya saya sensor). Forum ini berisi dari mulai ketua PITI (apalagi tuh PITI, sudahlah jangan dibahas), Dosen Universitas Indonesia, Dokter Hewan, Wartawan, dan banyak lagi profesi yang masing-masing berkompeten dibidangnya. Pokoknya saya dikelilingi oleh para ahli yang kadang membuat saya merasa ‘tenggelam’ ditengah mereka.

Bagaimana nggak tenggelam? Kalau kerja saya itu memang melimpah ruah berlembar-lembar kertas sampai kadang menenggelamkan meja kerja saya. Sekilas terlihat sepele dan sangat sederhana ‘mengurus’. Dari mulai kegiatan, jadwal, follow up sampai honor tiap bulan yang berkaitan dengan anggota Forum pun saya yang pegang. Tapi sejujurnya saya banyak belajar dari sini, belajar mengamati. Bagaimana cara kerja di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Seperti pagi ini setelah rapat persiapan untuk kedatangan Tim Penilai Pusat Kota Sehat akan datang, misunderstanding kembali terjadi. Bahkan perdebatan halus pun terjadi padahal di ruang rapat hadir Istri Walikota sebagai Pembina Forum Kota Sehat. Yah, provokator itu nggak dimana pasti ada. Nggak terkecuali di ruang rapat yang padahal suhu pendingin ruangannya membuat jemari saya merah membeku.

Perdebatan itu hanya dipicu oleh kesalahpahaman sepele menurut saya, komunikasi yang renggang. Pihak masyarakat merasa pemerintah nggak mau memfasilitasi kegiatan terkait kota sehat dan cenderung acuh. Sedangkan pihak pemerintah merasa masyarakat terlalu banyak merongrong padahal kerja di lapangan minim sekali.

Bisa dibayangin nggak? Hal ini berlangsung bertahun lamanya sampai ketika kota ini akan bersiap untuk memperoleh penghargaan Swasti Saba Padapa yang tim rechekingnya akan datang tanggal 24 Juni 2013 ini! Masih aja itu misunderstanding nggak selesai-selesai. Dan yang saya sebalkan adalah mengapa saya yang harus merasa terganggu dengan ini semua? Sampai rencana resign pun saya batalkan demi memikirkan keadaan Forum yang dipastikan akan galau kalau ‘pusat informasi’ mereka keluar.

Adalah Bapak Ketua Forum itu yang menelepon saya dengan nada hopeless…. Oh, tidak! Mengapa saya mudah sekali iba… akhirnya saya mengurungkan diri dan menerima kerja untuk masuk dua hari dalam seminggu saja. Selebihnya saya gunakan untuk aktifitas lain.

Terkadang saya mempunyai ide untuk menyampaikan saran saya pada kedua belah pihak yang kerap kali misunderstanding itu. Kepada pejabat pemerintah saya ingin bilang, “Bapak, Ibu… Kami dari Forum dan mewakili masyarakat meminta dengan sangat agar menunjuk pejabat pemerintah yang concern terhadap kegiatan ini, bukannya staff ‘bawah’ yang mengacuhkan kami”. Dan kepada Forum ingin saya sampaikan, “Bapak, Ibu… Kami dari Pemerintahan sudah memfasilitasi kegiatan terkait, walaupun seadanya. Tapi kami mengusahakan untuk terlaksanya kegiatan ini dengan baik dengan menganggarkan kegiatan kota sehat dalam APBD (yah walau nyelip sana nyelip sini). Untuk itu kami meminta agar bapak-ibu menyediakan waktunya dan aktif dalam tiap kegiatan.”

Ternyata sampai saat ini belum juga mengalir kalimat-kalimat itu dari mulut saya. Itulah…. Kelemahan notulen seperti saya, hanya bisa menuliskan.

Baiklah… dari pada nanti saya semakin panjang cerita lebih baik saya ambil sebuah kesimpulan. Dalam segala hal, jika terjadi kesalahpahaman kita membutuhkan ‘orang ketiga’. Pihak ketiga yang dapat menjembatani permasalahan yang hadir dari kedua belah pihak. Yang ianya adalah seorang bijaksana, nggak berpaling sebelah dan terkenal akan adilnya. Secara tersirat surah Al-Hujuraat ayat 9 pun menerangkan demikian

"Dan jika dua pihak dari orang-orang yang beriman berperang, maka damaikanlah di antara keduanya; jika salah satunya berlaku zalim terhadap yang lain, maka lawanlah pihak yang zalim itu sehingga ia kembali mematuhi perintah Allah; jika ia kembali patuh maka damaikanlah di antara keduanya dengan adil (menurut hukum Allah), serta berlaku adillah kamu (dalam segala perkara); sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adil."

Jika yang diperjuangkan adalah untuk kebaikan, maka marilah duduk bersama dengan baik menggunakan kata-kata baik yang tidak menyinggung perasaan. Sebab hal demikian lebih dekat kepada taqwa. Karena berawal dari lidah kegiatan itu bermula. Jika ianya sudah menyakiti maka keengganan laku usah kau tangisi




25 komentar:

  1. aku juga kangeeeen..!!
    hiatus.. enggak juga sih

    missdontknowing *apa ini

    lidah tak bertulang kak gen.. mari perjuangkan kebaikan.. \O/ `.



    betewe blognya makin cabi banget \^_^/ .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidaaakk,, sudah cukup dari mulai orang kantor dari yang muda sampai tua koment aku tambah cabi, nah sekarang blog juga cabi. *ada apa ini (@,@)/

      Missantai kayak dipantai :p

      Hapus
    2. kalo makan bakpao bagi-bagi dong >_< .

      Hapus
    3. siapa yang jualan mizz?

      Hapus
  2. yaaah yang namanya pemerintah di mata masyarakat sudah terlanjur jelek mbak,itu saya rasa jadi pijakan masyarakat.
    Boleh dong kertasnya di kumpulkan nanti di kilokan buat beli klepon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa,, si paman ikutan misunderstanding.Hoho., Iya juga, cuz banyakan dari para pejabat itu lalai dengan aspirasi yang harus diembannya. Tapi setelah saya melihat sendiri, ternyata ada juga kok yang bersungguh-sungguh kerja keras. Saya pun sampai salute dibuatnya, tapi memang gak banyak

      Kertasnya udah saya kumpulin, tapi saya kasih tukang sayur dekat rumah. Alhamdulillah kalau bisa dimanfaatin buat bungkusan. Dari pada buat beli klepon :p

      Hapus
    2. alahmdulillah perbuatan yang memberi manfaat pada orang lain, nanti ini amal nya di catat lho mbak

      Hapus
  3. hihi, aku sih gak ikutan missunderstanding sist. aku tahu kok kamu ngomong apaan. meski saya tahu perasaannya sedang missunderstanding ckckkckck..
    salut deh bisa ngurusin forum. dari dulu pengen deh, ikutan kerjasama spti. Sibuk memikirkan orang banyak demi tercapainya titik2 ehhe.. ohya kenapa harus di sensor sih kotanya? hehe, gpp lagi Ve, jadi jelas dimna forum itu ya gak??

    hemm, masya Allah banget. Iya setuju orang ketiganya adalah yang baik2.
    Dan smoga gak missundr.. lagi ya?
    bukunya udha jadi belum ukh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ah ukht,, nanti pada datang ke kotaku lagi,, eheh

      Inti cerita itu sebenarnya ada di yang terakhir itu., lagi butuh orang ketiga... ahah #wanita ^^

      Baru selesai seri ketiga ukht, masih hutang 2 seri lagi. Kayaknya penerbit mau semua selesai dulu. Udah keburu kangen ngeblog :p

      Hapus
  4. yang udah hiatus lamaa... selamat kembali ke dunia bloggeria ukh... :)

    dalam berkomunikasi itu banyak tantangannya ya... biar gak missunderstanding ternyata selain butuh kecerdasan juga membutuhkan pihak lain sebagai penghubung...
    semoga apapun rintangannya, kota sehat nya dapat terwujud dengan sukses, aamiin... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kangen kaliaaan (^_^)/

      Yupz, penghubung yang niatan baiknya untuk menyatukan kedua belah yang sedang bertikai. Aaamiiin., semangat kerja! :)

      Hapus
  5. waah, yg lg sibuk niyeeeee....
    ^_^
    jgn terlalu sibuk gitu ah... enjoy aja, semua hal yg dibawa dgn enjoy itu gak akan terasa melelahkan..
    welcome back!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyeee kang Wan...

      Betul juga yak,, saya mah apa-apa aja dibawa serius jadi sebel sendiri! Baiklah.... mulai untuk enjoying life (^_^)/

      Hapus
  6. Saya setuju dgn artikel ini ... (y)

    Ngomong2, ini mas atau mbak yaa??

    Ijin follow yaaa kak, follbeknya ditunggu loh ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya keren kayak mas, tapi lembut kayak mba (narsis sendiri) :p

      Baiklah,, baiklah...

      Hapus
    2. loh loh yang bener yang mana tuh?

      Hapus
  7. Memang kalo ngurusin orang banyak itu susah mbak. Karena setiap orang pemikirannya beda2. . . Jadi tetap semangat aja mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoo semangat meski beda,, ditengah-tengah ajalah kita (makanya gampang banget keseret) :D ,. Sipp, Semangat..!! (^,^)/

      Hapus
  8. nyimak aja sOb,,,,,
    tetap semangat,,,,
    setiap prkerjaan ada resikonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, betul, betul.... Ahlan wa sahlan :)

      Hapus
  9. wahhh wakhirnya sampei juga disini..
    lama ga ngeblog nih sy.
    eh teme blognya macam org pecinta anime..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa, sama kita cal :D

      Begitulah,, begitulah.. tapi animenya syar'ie ^^

      Hapus
  10. semangat ya buat gen -q meski gak tau mis atau bro,, semangat,, semoga sukses selalu

    BalasHapus
  11. Misunderstanding itu apanya misuniverse yah hehe...

    Sepertinya kota Depok yah, apa kota Bogor tuh

    BalasHapus
  12. sepertinya baru pertama kali di sini, baru kenal sama blogger yang kece berat :D
    klo mencari orang ketiga terkadang susah yang netral ya, kebanyakan masih memihak. kalo misunderstanding biasanya diendapkan dulu, baru diselesaikan, tapi aku anaknya suka ngalah :D

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+