Pengaruh Pikiran Pada Perilaku

Waspadai pikiranmu, ia akan menjadi kata...
Waspadai kata-katamu, ia akan menjadi tindakan...
Waspadai tindakanmu, ia akan menjadi kebiasaan...
Waspadai kebiasaanmu, ia akan menjadi karakter...
Waspadai karaktermu, ia akan menjadi takdirmu...
Kamu adalah Apa Yang Kamu Pikirkan...
Sigmund Freud, yang dalam dunia psikologi dikenal sebagai Bapak Psikoanalis mengatakan bahwa sebagian besar perilaku manusia dipengaruhi oleh Pikiran Bawah Sadarnya. Kekuatan pikiran bawah sadar mempengaruhi sebesar 88% dari tindakan kita, sedangkan kekuatan pikiran sadar hanya berpengaruh sebesar 12%.

Pikiran adalah getaran kuat yang dapat membuat badan kita sehat atau sakit. Pikiran negatif dapat menyebabkan kita sakit dan terus membuat sakit. Sedangkan pikiran positif dapat menyembuhkan dan merubah kehidupan kita. Konsep-konsep ini datangnya bukan dari dunia metode sains yang melenceng. Namun berdasarkan fakta, terdapat sebuah badan riset ilmu pengetahuan yang sangat hebat untuk mendukung prinsip-prinsip ini.

Lebih dari 25 tahun, ilmuwan dari Laboratorium PEAR Universitas Princeton telah mendemontrasikan kekuatan hubungan antara keinginan manusia dengan perilaku mesin. Mereka menunjukkan bahwa individu yang tidak terlatih dapat mempengaruhi hasil akhir dari alat penghasil nomor acak pada mesin mekanik dan elektronik, hanya dengan mengarahkan pikiran pada nomor-nomor yang harus keluar.

Pikiran dan perasaan mempengaruhi kita. Mereka dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita: kesehatan, hubungan interaksi, bahkan keuangan. Apa yang paling sering kita temukan dalam pekerjaan kita adalah dampak dari pikiran dan perasaan terhadap kesehatan. Pikiran negatif dan perasaan yang tidak terekspresi dapat menghambat energi, yang menjadi pusat bagi penyakit.


Dalam The Book of Healing , Ibnu Sina atau yang dalam dunia barat disebut Avicenna membahas pikiran, keberadaannya , pikiran dan hubungannya dengan tubuh , sensasi , persepsi , dll. Beliau menulis bahwa pada tingkat yang paling umum , pengaruh pikiran pada tubuh dapat dilihat pada gerakan sukarela , tubuh mematuhi setiap kali pikiran ingin menggerakkan tubuhnya. Beliau lebih lanjut menulis bahwa tingkat kedua pengaruh pikiran pada tubuh dari emosi dan kemauan . Sebagai contoh , ia menyatakan bahwa jika papan kayu ditempatkan sebagai jembatan di atas jurang , seseorang hampir tidak bisa merayap di atasnya tanpa jatuh jika orang tersebut hanya menggambarkan dirinya terjatuh.

Beliau juga menulis bahwa emosi negatif yang kuat dapat memiliki efek negatif pada fungsi vegetatif individu dan bahkan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa kasus . Dia juga membahas hypnosis ( al Wahm al - Amil ) , yang menyatakan bahwa seseorang dapat menciptakan kondisi orang lain sehingga ia menerima realitas hipnosis .

Ibnu Sina juga yang pertama kali membagi persepsi manusia menjadi lima indera eksternal ( indra klasik pendengaran , penglihatan, penciuman , rasa dan sentuhan dikenal sejak jaman dahulu ) dan lima indera internal. Lima indera internal yang beliau temukan itu adalah: sensus communis ( pusat semua indera ) yang mengintegrasikan data indera ke dalam persepsi ; fakultas imajinatif yang melestarikan gambar persepsi ; rasa imajinasi yang bertindak atas gambar-gambar ini dengan menggabungkan dan memisahkan mereka , menjabat sebagai pusat dari kecerdasan praktis; Wahm ( naluri ) yang memandang kualitas ( seperti baik dan buruk , cinta dan benci , dll) dan membentuk dasar dari karakter seseorang apakah dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh alasan ; dan niat ( ma'ni ) yang melestarikan semua gagasan ini dalam memori .

Ibnu Sina juga memberikan penjelasan psikologis untuk penyakit somatik tertentu , dan ia selalu menghubungkan penyakit fisik dan psikologis bersama-sama . Beliau menggambarkan melankoli ( depresi ) sebagai jenis gangguan mood di mana orang tersebut dapat menjadi curiga dan mengembangkan beberapa jenis fobia . Beliau menyatakan bahwa kemarahan dapat bertransisi menjadi melancholia dan menjelaskan bahwa kelembaban di dalam kepala dapat berkontribusi untuk gangguan mood .

Beliau mengakui bahwa hal ini terjadi ketika jumlah napas berubah : kebahagiaan meningkatkan napas , yang menyebabkan peningkatan kelembaban di dalam otak , tetapi jika kelembaban ini melampaui batas-batasnya , otak akan kehilangan kontrol atas rasionalitas dan menyebabkan gangguan mental. Beliau juga menulis tentang gejala dan pengobatan untuk mimpi buruk , epilepsi , dan memori yang lemah .

Ibnu Sina sangat percaya bahwa pikiran manusia dapat mempengaruhi kondisi fisiknya. Ia bahkan pernah berpesan pada murid-muridnya, “jangan pernah katakan kepada pasien kalau penyakit mereka tidak bisa diobati. Karena sesungguhnya sugesti kalian juga adalah obat bagi pasien”.


19 komentar:

  1. Kebanyakan manusia zaman sekarang sih ngga bisa menahan hasrat ID nya, dan hasrat ID lebih dominan dari Super-Ego. Jadi memang bener ya Mbak, kalo pikiran alias sugesti itu berpengaruh banget sama kita, apalagi kondisi kejiwaan. :)

    Belajar berpikir optimis ah, biar sugesti positifnya ngaruh terus. Hihihi.. :p

    BalasHapus
  2. saya pernah membacanya ego dan super ego tapi tidak begitu paham, Nah untuk konteks dunia politik internasional ada namanya konstruktivism hampir sama dengan pikiran itu berpengaruh pada perilaku. Katakanlah Amrik berpikiran Islam itu potensi bahaya bagi kelangsungan hidup negaranya, maka tindakan dan perilakunya mengkonstruksikan islam itu jahat kejam dll, seperti yang dilakukan sekarang, yaitu membentuk teroris yang mana polisinya juga amrik sendiri. hehe malah OOT yah

    BalasHapus
  3. manggut2 bacanya, berarti kita harus terus berpikiran positif yah mba :D

    BalasHapus
  4. ibnu sina luarbiasa..sebagai penemu pertama lima indra eksternal dan lima indra internal...ini membuktikan bahwa islam sudah sangat maju dalam dunia ilmu pengetahuan....,
    penyakit kejiwaan..bisa terjadi ketika napas berubah jumlahnya...wow saya baru tahu itu....
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  5. jadi memang keduanya saling nyambung ya mbak
    di mana saat pikiran sakit berimbas ke fisik..kemudian perilaku pun terusik :)

    BalasHapus
  6. hadeuh...udah nulis panjang lebar mendadak koneksi terputus, ilang semua deh ah...huh

    intinya Ibnu Sina mau bilang bahwa segala hal yang terjadi pada kehidupan kita, baik dan buruknya adalah sangat tergantung pada pikiran kita sendiri ya, makanya banyak para pesohor bilang "berfikirlah positif selalu disagala lini, agar hidup menjadi selalu indah"...gitu kira kira ya ceu?

    BalasHapus
  7. masya Allah postingannya mantap.

    mumtaz. aku gimana ya, bisakah menahannya... Jadi renungan ya ukh.. syukron nih...

    BalasHapus
  8. positif think sama sugesti nya baik , insya alloh tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan , mungkin seperti itu :)

    BalasHapus
  9. Positive thinking, positive acting, then getting All about positive

    BalasHapus
  10. iya betul sekali,
    lebih baik berfikir positive terus dan insyallah akan menuju jalan yang baik :)

    BalasHapus
  11. betul mbak setuju banget dengan tulisan yang terakhir dari Ibnu Sina dengan sugesti bisa menjadi obat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibnu Sina geto....tokoh idola saya setelah Nabi Muhammad

      Hapus
  12. Saat ank2 mau ujian, hal ptama yg sy lakukn adlh menguatkn keyakinan mrk, kamu pst bisa! Dn stlah itu biasanya mrk lbih enjoy dlm mhadapi ujiannya...

    BalasHapus
  13. memang benar,,,awal mulanya memang dari pikiran,,lama2 akan menjadi takdir,,terus kalau seperti itu manusia selalu menyalahkan takdir padahal emosi dari pikirannya, kata2nya aja nggak di kontrol...

    BalasHapus
  14. Benar sx ya mba ssungguhnya ala bisa karena biasa dan biasa itu krn sbuah tindakan yang smuanya diawali dari pikiran, aku kadang suka takut kalau memikirkan sesuatu yang kadang suka keceplosan kluar jd omongan.

    BalasHapus
  15. jika ulasan diatas dilengkapi dengan pemahaman yang ada dalam Yin dan Yang, maka akan menghasil perpaduan artikel yang sangat menarik untuk dibahas,,
    pikiran adalah awal dalam menentukan apa yang harus dilakukan yang disinkronasikan dengan perasaaan, begitu juga dalam yin dan yang, pemahaman antara yang baik dan buruk semuanya didasarkan pada pemikiran kita dan bagaimana cara mengendalikannya :)

    keren artikelnya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangankan Yin & Yang, bahasan ini juga ada dalam kitab2 Hindu mba.. saya sudah cari berbagai referensi, dan banyak yang saya 'Singkirkan' karena mengutamakan Aqidah adalah prinsip blog ini. Ibnu Sina saja sudah cukup kok, Qanun beliau saja sampai sekarang menjadi rujukan mahasiswa kedokteran di Eropa

      Terima kasih saran dan kunjungannya :)

      Hapus
  16. pikiran mudah sekali dipengaruhi. baik dari dalam maupun dari luar. pengaruh dari luar ini yang berbahaya.

    BalasHapus
  17. Subhanallah sangat mencerahkan... Semoga kita dapat me-manage pikiran kita untuk tetap menghamba kepada ALLAH semata...

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+