My Own Cartoon



Memiliki karakter sendiri, maksudnya sebuah tampilan untuk kita sendiri pada sebuah gambar mungkin adalah keinginan kekanakan, Kekanakan yang bukan hanya ada pada diri anak-anak namun juga banyak orang dewasa. Dalam hal ini terkait dengan sebuah gambar kartun. Ada kesenangan tersendiri jika kita (Saya) menjadi karakter sebuah kartun apalagi kalau menjadi kartun superhero (imajinasi anak-anak). Tapi keahlian membuat sebuah gambar kartun itu tidak semua mampu melakukannya. Jadi hal yang paling simple dapat dilakukan adalah meminta untuk dibuatkan, like I did...

Namun menyenangi kartun dalam Islam akan mendapati masalah tersendiri, salah satunya adalah hukum membuat gambar. Setidaknya ada tiga golongan dalam hal ini, yaitu golongan yang mengharamkan sama sekali gambar, golongan yang membolehkan gambar dengan tujuan tertentu, dan golongan yang terlena dengan gambar tanpa memperhatikan syariat.

Gen-Q cenderung berada di tengah. Dengan mengambil pendapat Yusuf Qardhawi berikut ini :

Kalau lukisan seni itu berbentuk sesuatu yang disembah selain Allah, seperti gambar al-Masih bagi orang-orang Kristen atau sapi bagi orang-orang Hindu dan sebagainya, maka bagi si pelukisnya untuk tujuan-tujuan di atas, tidak lain dia adalah menyiarkan kekufuran dan kesesatan. Dalam hal ini berlakulah baginya ancaman Nabi yang begitu keras:

"Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar." (Riwayat Muslim)
Imam Thabari berkata: "Yang dimaksud dalam hadis ini, yaitu orang-orang yang menggambar sesuatu yang disembah selain Allah, sedangkan dia mengetahui dan sengaja. Orang yang berbuat demikian adalah kufur. Tetapi kalau tidak ada maksud seperti di atas, maka dia tergolong orang yang berdosa sebab menggambar saja."

Yang seperti ini ialah orang yang menggantungkan gambar-gambar tersebut untuk dikuduskan. Perbuatan seperti ini tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim, kecuali kalau agama Islam itu dibuang di belakang punggungnya.
Dan yang lebih mendekati persoalan ini ialah orang yang melukis sesuatu yang tidak biasa disembah, tetapi dengan maksud untuk menandingi ciptaan Allah. Yakni dia beranggapan, bahwa dia dapat membuat dan menciptakan jenis terbaru seperti ciptaan Allah. Orang yang melukis dengan tujuan seperti itu jelas telah keluar dari agama Tauhid. Terhadap orang ini berlakulah hadis Nabi yang mengatakan:

"Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya ialah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah." (Riwayat Muslim)

Persoalan ini tergantung pada niat si pelukisnya itu sendiri.
Barangkali hadis ini dapat diperkuat dengan hadis yang mengatakan:
"Siapakah orang yang lebih berbuat zalim selain orang yang bekerja membuat seperti pembuatanku? Oleh karena itu cobalah mereka membuat biji atau zarrah." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Allah mengungkapkan firmanNya di sini dengan kata-kata "dzahaba yakhluqu kakhalqi" (dia bekerja untuk membuat seperti pembuatanku), ini menunjukkan adanya suatu kesengajaan untuk menandingi dan menentang kekhususan Allah dalam ciptaannya dan keindahannya.

Di samping itu tampaknya ada kemungkinan yang tampak pada hadis-hadis yang berkenaan dengan masalah gambar dan pelukisnya, yaitu bahwa Rasulullah s.a.w. memperkeras persoalan ini pada periode pertama dari kerasulannya, dimana waktu itu kaum muslimin baru saja meninggalkan syirik dan menyembah berhala serta mengagung-agungkan patung.

Tetapi setelah aqidah tauhid itu mendalam kedalam jiwa dan akar-akarnya telah menghunjam kedalam hati dan pikiran, maka beliau memberi perkenan (rukhshah) dalam hal gambar yang tidak berjasad, yang hanya sekedar ukiran dan lukisan. Kalau tidak begitu, niscaya beliau tidak suka adanya tabir/korden yang bergambar di dalam rumahnya; dan ia pun tidak akan memberikan perkecualian tentang lukisan dalam pakaian, termasuk juga dalam kertas dan dinding.

Memang dalam hal ini pendapat seseorang bergantung pada pengetahuan dan kecenderungan hatinya. Gen-Q sendiri telah menulis buku-buku yang didalamnya banyak berseliweran gambar-gambar kartun, salah satunya ada dalam buku kedua yang berjudul "Solusi Galau Dengan Keluarga" . Buku ini ditujukan kepada pembaca-pembaca remaja yang memang tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini menyenangi gambar-gambar kartun yang berwarna.

Dibubuhinya gambar-gambar tersebut bermaksud menarik hati para pembaca remaja, memudahkan pembaca remaja untuk menggunakan daya visualnya dalam berinteraksi didalam sebuah bacaan dan menggiring mereka untuk menghindari gambar kartun yang berlebihan diluar batas kepatutan norma agama seperti gambar kartun anime yang tidak berbusana layak atau bahkan gambar kartun hentai, naudzubillah...

8 komentar:

  1. Lirik kanan-kiri...Hore, pertamax!

    Sering denger mengenai topik ini. Saya juga sering dan suka gambar-gambar sketsa. Agak bingung sih mengenai hukumnya. Menurut teman saya, menggambar, bermain musik itu termasuk dosa. Tapi termasuk dosa kecil karena dapat hilang dengan sholat.

    Kalau menulis cerita itu gimana ya hukumnya? soalnya kan si penulis menciptakan karakter-karakter di ceritanya dan itu berarti menandingi pembuatan yang dilakukan Alloh.

    BalasHapus
  2. Hukumnya masuk ke kaidah "lil wasa-il hukmul maqashid", tergantung penggunaan. Sederhananya, cerita fiksi adalah hanya sebuah alat, wasilah, atau perantara. Maka bisa jadi ia berpahala kalau mengantarkan pembacanya ingat pada Allah, seperti fiksi-fiksi Islam. Berdosa bahkan haram seperti novel-novel yang membangkitkan syahwat dan mengarahkan pembacanya pada maksiat. Bisa juga ia tak bernilai pahala atau dosa, seperti cerpen-cerpen yang fungsinya sekedar pelepas lelah, atau cerpen buat anak-anak, fiksi-fiksi fantasi, dan seterusnya.

    Lengkapnya disini --> http://forumlingkarpena.net/kritik_sastra/read/hukum_menulis_cerpen/

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepat dugaanku, bisa halal, haram, wajib, tergntung isinya :D
      Finally, aku lega. gak ada yg salah deh

      Hapus
  3. hehehe,,,,, komentarnya bener tuh, aku mau lihat dan baca di FLP..
    Eh ukht ajarin gambarnya dunk

    BalasHapus
    Balasan
    1. IIii si ukhtiii, kan aku bilang kalau aku minta dibuatin... mana bisa aku gambar, aku tuh Tim Kugy, "Radar Neptunus" <(^_^)>

      Hapus
  4. Sugooiii :-D
    Kalo zaman dulu Rasulullah mengharamkan gambar karena orang-orang jahiliyyah dulu (atau orang nasrani) menyembah gambar. Tapi sekarang masyarakat udah cerdas, ngapain juga nyembah gambar? Jadi emang tergantung buat apa digunainnya..

    Allahu A'lam.

    BalasHapus
  5. karakter cartoonnya pasti sama dengan pembuatnya ne... :)
    dan makasih sudah di berikan penjelasan...

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+