Muslimah & Keindahan

 Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan ( HR. Muslim)
Sesungguhnya Allah itu suka melihat nikmat yang Dia berikan kepada hamba-Nya (HR. Muslim)

Di dalam kitab as-Sunan disebutkan satu riwayat dari al-Ahwash al-Jusyami, ia berkata;

“Nabi pernah melihatku memakai pakaian lusuh, lantas beliau bertanya: ‘Bukankah kamu mempunyai harta?’ Aku menjawab: ‘Ya’. Beliau bertanya lagi: ‘Apakah jenis hartamu itu?’ Aku menjawab: ‘Dari jenis unta dan kambing’. Kemudian beliau bersabda: ‘Hendaklah nikmat dan kemulian-Nya kepadamu itu diperlihatkan’.” (HR. Tirmidzi)

Allah senang melihat wujud nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya. Sebab, memperlihatkan nikmat Allah merupakan salah satu keindahan yang dicintai-Nya dan sekaligus bentuk syukur hamba atas nikmat yang diberikan kepadanya.

Syukurnya hamba itu merupakan keindahan bathin. Dengan kata lain, Allah senang melihat keindahan lahir, yaitu wujud nikmat-Nya yang diberikan kepada hamba-Nya, dan keindahan bathin berupa rasa syukur hamba kepada-Nya.

Oleh sebab kecintaan-Nya pada keindahan, Allah menurunkan pakaian dan perhiasan kepada para hamba-Nya untuk memperindah penampilan lahir mereka, serta pakaian taqwa untuk memperindah bathin mereka.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa, itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Al-A’raaf : 26)

Seorang muslim ataupun muslimah yang berhias sesuai ketentuan Islam, maka sesungguhnya telah menegaskan jati dirinya sebagai mukmin ataupun muslim. Mereka telah menampilkan diri sebagai sosok pribadi yang bersahaja dan berwibawa sebagai cermin diri yang konsisten dalam berhias secara syar'i.

Di samping itu dengan dandannya yang telah mendapatkan jaminan halal secara hukum. Sehingga apa yang sudah dilakukan akan menjadi motivasi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesamanya. Tidak menimbulkan keangkuhan dan kesombongan karena dandanan (hiasan) yang dikenakan, karena keangkuhan dan kesombongan merupakan perangkap syaithon yang harus dihindari.

Berhias secara Islami akan memberikan pengaruh positif dalam berbagai aspek kehidupan, karena berhias yang dilakukan diniatkan sebagai ibadah, maka segala aktivitas berhias yang dilakukan seorang muslim, akan menjadi jalan untuk mendapatkan barokah dan pahala dari al-Kholik. Namun sebaliknya apabila seseorang dalam berhias (berdandan) mengabaikan norma Islam maka segala hal yang dilakukan dalam berdandan, akan menjadi pendorong untuk melakukan kemaksiatan kemungkaran bahkan menjadi sarana memasuki perangkap syaithon yang menyesatkan.

Sejak awal agama Islam telah menanamkan kesadaran akan kewajiban pemeluknya untuk menjaga sopan santun dalam kaitannya dengan berhias ataupun berdandan, dengan cara menentukan bahan, bentukm ukuran dan batasan aurat baik bagi pria ataupun wanita.

Berhias merupakan kebutuhan manusia untuk menjaga dan mengaktualisasikan dirinya menurut tuntutan perkembangan zaman. Nilai keindahan dan kekhasan dalam berhias menjadi tuntutan yang terus dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman. Dalam kaitannya dengan kegiatan berhias atau berdandan, maka setiap manusia memiliki kebebasan untuk mengekspresikan keinginan mengembangkan berbagai model menurut fungsi dan momentumnya, sehingga berhias dapat menyatakan identitas diri seseorang.

Dalam Islam diperintahkan untuk berhias yang baik, bagus, dan indah sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dalam pengertian bahwa, perhiasan tersebut dapat memenuhi hajat tujuan berhias, yaitu mempercantik atau memperelok diri dengan dandanan yang baik dan indah. Terutama apabila kita akan melakukan ibadah shalat, maka seyogyanya perhiasan yang kita pakai itu haruslah yang baik, bersih dan indah (bukan berarti mewah), karena mewah itu sudah memasuki wilayah berlebihan.

"Hak anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan, minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf : 31)

Islam mengajak manusia untuk hidup secara wajar, berpakaian secara wajar, berhias secara lazim, jangan kurang dan jangan berlebihan. Karena itu setiap pribadi sepatutnya tidak menyombongkan diri, tidak angkuh, tetapi tetap sederhana dan penuh kebersahajaan sebagai wujud konsistensi terhadap ajaran Islam.


Sumber :
Fawaidul Fawaid, Ibnul Qayyim Al-Jauzziyah
Menjaga Akidah dan Akhlak, Roli Abdul Rahman - M. Khamzah



23 komentar:

  1. Huwaaaaaaa ntu cewek yang jadi icon mirip sekali dengan saya *kalau saya lagi pake kerudung kembang-kembang yang dihadiahkan sama si "F" sebelum dia pulang kampung dahulu itu ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haddeuh, jeung Isma bikin akun donk ah, betah jadi anonim ih ^^

      Hapus
    2. Mungkin takut bikin akun kalo ketahuan nasibnya seperti si tukang tusuk sate hehe... piiiiissss

      Hapus
  2. dari pakaian terkadang watak dan perilaku seseorang bisa/akan mudah dilihat dan ditentukan.

    BalasHapus
  3. nah itu dia, padahal sudah di beri nikmat, tapi tidak bersyukur. dan kalo sekarang pakaian tidak tertutup sudah lumrah ya.. zaman sudah mendekati hari akhir :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mah gak mau di-lumrah-in, karena gak mau jadi manusia akhir zaman ^^

      Hapus
  4. padahal udah diajarkan dan dicontohkan yang baik lagi bener ya mbak, tapi emang sukanya yang aneh2 aja :)

    pie kabare mbak ve... sukses selalu ya buat buku2 nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apik pak'e... aamiin, Alhamdulillah :)

      Yah, banyak memang manusia yang suka nyeleneh... doakan saja banyak yang terbuka hatinya bukan auratnya ^^

      Hapus
  5. Balasan
    1. Males banget ndre baca komennya juga -_-

      Hapus
  6. Belakangan ini aku ngerasa bahagia, karena istriku yang mulai memakai hijab. Padahal aku gak pernah maksa, cuma melihat perubahannya sangat menyenangkan.
    Aku rasa, inilah yang aku sebut berhias yang baik, bagus, dan indah.

    BalasHapus
  7. Berhias yang secukupnya aja ya, Mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye, kalo kemenoran kayak ondel2 :p

      Hapus
  8. Terkadang seseorang berhijab hanya untuk fashion bukan untuk kewajibannya sendiri. Bahkan sekarang banyak banget tuh komunitas jibobs. Akan lebih indah jika berhijab karna allah atas kewajiban dan dengan cara yang benar atau syar'i. Bukan begitu??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya Blognya sudah saya follow, di tunggu follow baliknya

      Hapus
  9. sangat bermanfaat artikelnya...Semoga muslimah indonesia snantiaga menjaga keindahan dan kebersihan...aamiin

    BalasHapus
  10. kalo menurut saya dengan berpakaian yg sopan, bersih dan benar dan tidak berpenampilan yg sangat berlebihan pasti akan kelihatan sifat dari seseorang tsb... wah... mantap artikelnya Mba... :) terima kasih ya mba sudah mengingatkan tentang keindahan .. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bersahaja, rapi, dan menutup aurat saja... berlebihan itu menghabiskan uang juga tenaga ^^ ., tapi tetap tidak menafikan estetika

      Hapus
  11. yang namanya muslimah itu, dengan menggunakan hijab yang tertutup apalagi hijabnya sesuai dengan syar'i sudah pasti terlihat indah..

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+