Giveaway Senangnya hatiku: My First Wish List Terkabul!


Senangnya hatiku bisa mengikuti Giveaway lagi. Gagal yang pertama coba yang kedua. Gagal yang kedua ini ... marah-marah sama yang buat Giveaway., hehe


Sesuai tema, Giveaway ini sangat menyenangkan hati saya. Karena tidak ada hal yang paling menyenangkan menurut saya dari pada menceritakan kebahagiaan kita atas suatu nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Selalu bersyukur untuk pemberian-Nya sekecil apapun, apalagi kalau pemberian itu sesuatu yang menjadi wish kita.

Sekitar hampir dua tahun lalu saya membaca sebuah buku tentang harapan yang jika ingin terkabul maka hendaknya kita menuliskan harapan-harapan itu. Pada waktu itu saya bingung mau menulis harapan apa karena saya merasa sudah cukup dengan segala apa yang ada pada saya. Lalu saya coba-coba saja menuliskan keinginan-keinginan yang saya rasa tidak mungkin saya dapat mengusahakannya (karena sesuatu itu terlalu mahal atau terlalu sulit) tapi sangat saya inginkan.

Berhubung kehidupan saya hanya dalam batasan cukup-cukup saja, maka dari itu saya terbiasa untuk tidak menginginkan sesuatu diluar batas yang bisa saya usahakan. 

Waktu itu saya menuliskan wish list seperti ini :

1.      Memiliki Kitab Tafsir Ibnu katsir
2.      Sirah Ibnu Hisyam 2 Jilid
3.      Pergi ke Cordova, Meddina Az Zahra, Andalusia, Spain
4.      Berangkat Haji beserta Orang tua
5.      Dll

Setelah menuliskannya di selembar kertas A4, kemudian saya print. Kertas itu saya simpan saja diselipan sebuah buku tulisan Aidh al Qarny.

Selang waktu beberapa bulan, saya sudah melupakan keseluruhan wish list yang pernah saya tulis. Saya beranggapan hal itu menjadi sebuah hal yang konyol! Tapi, sudahlah. Kembali pada sifat saya yang dulu, takut berharap, sehingga tidak mau menginginkan apapun karena perasaan tidak terpenuhi adalah sesuatu yang sangat saya benci.

Malam hari ketika beristirahat sambil mendengarkan siaran sebuah radio, saya tertarik untuk mengikuti sebuah perlombaan menulis yang diadakan radio tersebut. Perlombaannya cukup mudah menurut saya, karena kita hanya perlu menuliskan pengalaman kita selama menjadi pendengar radio tersebut.
Apa susahnya menuliskan sebuah pengalaman? Sebenarnya pada waktu itu saya berniat untuk mengikuti lomba menulis tersebut hanya karena saya ingin tulisan saya ‘dibaca’ saja. Selama ini saya kurang percaya diri dengan tulisan saya. Maka banyak tulisan-tulisan saya yang melayang-layang tak tentu arah.

Satu hal yang membuat saya tertarik adalah karena disebutkan bahwa hadiahnya buku! Entah kenapa saya tergila-gila dengan buku. Melihat berjajar buku di Toko Buku saja sudah bisa mengalihkan perhatian saya dari apapun. Saya betah berjam-jam mengelilingi rak-rak buku itu. Walaupun setelahnya merasakan kesedihan yang dalam ketika pulang hanya bisa menenteng satu atau dua buah buku saja.
Cita-cita memiliki perpustakaan pribadi jadi terasa amat sangat sulit.


Mulailah saya menuliskan pengalaman-pengalaman saya bersama radio itu. Pada waktu itu saya tidak merasakan kesulitan apapun, mengalir begitu saja tanpa hambatan. Dari mulai satu kalimat ke kalimat berikutnya, sehingga tanpa sadar sudah empat halaman. Padahal saya pikir untuk perlombaan menulis semacam itu paling hanya dua halaman saja yang diperlukan. Siapa yang mau membaca pengalaman seseorang sampai berhalaman-halaman?

Dari mulai jam delapan malam sampai hampir menjelang jam sepuluh malam saya menyelesaikannya. Kemudian keesokan pagi saya baru mengirimkannya via email.

Selama jeda menuju pengumuman pemenang lomba saya merasakan hal yang paling aneh karena baru pertama kali itu saya mengikuti lomba menulis. Saya merasa tidak akan menang karena tulisan yang aneh semacam itu tidak akan mungkin menarik minat panitia, bahkan untuk sekadar membaca juga mereka akan bosan.

Tapi disaat yang sama saya juga sangat menginginkan hadiahnya. Walaupun saya tidak tahu buku apa yang akan diberikan, tapi saya tetap sangat menginginkan buku-buku itu. Waktu itu saya berpikir buku-buku yang akan diberikan sebagai hadiah adalah buku-buku ke-Islam-an atau materi dakwah dari radio tersebut. Yang penting judulnya buku!

Mulailah saat yang ‘deg-degan’… antara tidak PD dan Ingin. Hingga ketika hari-hari saat akan dimumkan saya mengatakan pada diri saya sendiri “ Sudahlah, tidak usah berharap. Pasti peserta lomba itu adalah orang-orang yang sudah sering mengikuti lomba atau lebih dahsyat kisah maupun cara menuliskan pengalamannya. Dibandingkan dengan saya yang baru pertama kalinya ikutan lomba “

Saya ingat betul, pada waktu hari Jum’at pukul delapan malam saat pengumuman dilaksanakan sebelum acara kajian malam dimulai. Berada disamping radio itu persis! Pembawa acara menyebutkan satu persatu pemenang lomba dari mulai juara ketiga, Bapak bla bla bla, juara kedua Ummu bla bla bla. Sampai saat itu saya sudah hope less. Harapan untuk menjadi juara tiga saja tidak kesampaian. Jadi tidak mungkinlah menjadi juara dua apalagi pertama. Maka ketika saat pengumuman juara pertama, saya sudah mulai akan beranjak dari radio tersebut, tapi saya penasaran juga siapa yang menjadi juara pertamanya. Antara malas mendengar lagi dan penasaran akhirnya saya tetap berada disamping radio.

“ Juara pertama…. Saudari Herriyati “ .

“ Aaaarrrgggggghhhhhhhhhhh….!!! “

Rasanya jantung mau copot! Keluarga yang ketika itu sedang menonton acara teve menyangka saya terkena setrum listrik karena tiba-tiba berteriak sampai membuat orang kaget.

Pada waktu itu saya tidak percaya betul, sampai saya menyuruh adik saya untuk mendengarkan pengumuman itu bersama-sama ketika diulang di akhir acara kajian malam itu. Ternyata pendengaran saya tidak salah.

Acara tabligh akbar yang nantinya akan dilaksanakan penyerahan hadiah lomba berlangsung sangat meriah. Peserta yang hadir sangat ramai dan begitu antusias mendengarkan tausyah. Tibalah disaat akhir pengumuman sekaligus penyerahan hadiah. Saya hampir tidak bisa bernafas akibat detak jantung yang begitu kencang karena harus berdiri dihadapan ratusan hadirin. Ketika tiba giliran saya, saya melirik dan menimbang-nimbang kira-kira apa hadiahnya. Tanpa diduga kotak hadiahnya besar dan berat! Sampai panitia mengatakan mereka saja nanti yang membawakannya ke tempat saya, bahkan ketika diserahkanpun saya cukup ‘menyentuh’ karena sang penyerah hadiah yang memegangnya (Ust. Herman Saptadji, syukron..)


Ketika sampai ditempat, teman-teman yang menemani saya pada waktu itu ikut-ikutan riuh, “ Ayo, Ry,,, buka, buka “ tadinya saya berniat untuk membuka hadiah dirumah saja. Tapi karena desakan mereka (heu..) akhirnya saya buka juga hadiah itu.

Kotak hadiah yang besar itu, yang saya duga adalah kumpulan buku-buku Islami, Majalah Intisari Hasmi atau materi dakwah perlahan saya buka dengan sangat hati-hati. Ketika bungkus kado dilepas terlihat kotak kardus yang sangat ‘aneh’. Saya menyobek bagian perekat, dan… taadaaaa..

Satu set lengkap Kitab Tafsir Shahih Ibnu Katsir Sembilan jilid!



Subhanallah… Hanya Allah SWT yang mengetahui betapa saat itu saya ingin meneteskan air mata jika saja tidak malu karena masih berada disekeliling hadirin yang belum beranjak pulang.

Saya tidak dapat berkata-kata sampai teman-teman saya yang ramai mengguncang-guncang bahu saya. “ Erry… Keinginan lo tercapai Ry “ , “ Ihh, ngiri.. mau kitab tafsirnya.. “

Dengan perasaan bahagia yang tak terkatakan saya membawa pulang kitab-kitab itu dengan dibantu teman-teman saya yang baik hati itu. Kotak kardus kami tinggalkan, diganti dengan kantung plastik sehingga masing-masing membawa beberapa buah kitab.

Sesampainya dirumah, tepatnya dikamar saya langsung meletakkannya di rak buku dan memandanginya sampai lama. Ketika saya akan merapihkan buku-buku yang lain selembar kertas terjatuh dari buku La Tahzan. Kertas wish list saya. And guess what? Kitab Tafsir Ibnu Katsir berada dalam urutan pertama dari daftar keinginan saya satu tahun lalu.

My First Wish List Terkabul!

Masya Allah, besar rasa syukur yang saya haturkan pada waktu itu. Hanya dengan bermodalkan Empathalaman tulisan sederhana, sebagai gantinya Allah SWT menganugrahkan saya Sembilan jilid buku setebal masing-masing Delapan Ratus halaman.
Mulai saat itu, saya tidak lagi meragukan bahwa Allah SWT akan mengabulkan keinginan kita. Dan saya semakin terpacu untuk memenuhi kamar saya dengan buku-buku yang bermanfaat.


( Semoga dengan ini bisa bertambah lagi ).  (^_^)/





32 komentar:

  1. Alhamdulillah...., dapat hadiah Tafsir Ibnu Katsir lengkap sembilan jilid itu luar biasa. Apalagi bila kita menilik manfaatnya yang sangat penting, tidak hanya untuk kehidupan kita di dunia, tapi juga untuk keselamatan di akhirat. Alhamdulillah....

    Setelah membacanya, maka secara resmi saya nyatakan artikel tersebut TERDAFTAR. Makasih banyak ya, Mbak.

    BalasHapus
  2. waduhhh, itu hadiah debes-nya hadiah tu Mbak. saya juga bakalan jungkir balik sambil melayang-layang kalo dapat hadiah itu.
    btw, acaranya di biotrop ya? saya juga tinggal di bogor. di cilebut, tapi.

    BalasHapus
  3. Wah berungtung sekali kakak, saya beli 1 jilid saja dulu harus nabung 2 minggu baru bisa beli tafsir ibnu katsir sekarang aja belum lengkap baru sampai jilis 6, sebenarnya punya 7 tapi di kasih buat kenang-kenangan buat kakak alumni

    BalasHapus
  4. Wah., sudah terdaftar ni Bang Azzet?! Alhamdulillah..

    Sepertinya bukan di Cilebut Bang Zach... kalau nggak salah waktu itu di SEAMEO Biotrop

    BalasHapus
  5. Betul banget Rifqi., makanya senangnya nggak hilang2 kalau lihat kitabnya di rak buku. Masih nggak nyangka aja, heu :)

    BalasHapus
  6. kalau saya yg dapat hadiah itu.. langsung mak jleeebbb!!

    girang nggak ketulungan, malah mungkin pingsan di tempat

    BalasHapus
  7. masya Allah tafsir Ibnu katsir...

    BalasHapus
  8. wowww
    keinginan yang terkabulkan
    wishlist pertama udah bisa di coret tuh cz dah di dapatkan :D

    BalasHapus
  9. Buku tafsir yg penuh dengan manfaat
    terima kasih sudah berbagi, dan salam sukses sobat

    BalasHapus
  10. wah syukur alhamdulillah ya mbak... semoga suatu saat saya bisa menyusul menang juga, haha...

    semoga wish nya tercapai ya, saya juga pernah melakukan hal itu...

    BalasHapus
  11. sepertinya tulisan ini...dapet deeh mbak...buat GA nya...
    semogaakin sukses ya... :)

    BalasHapus
  12. subhanAllah,, betapa nyatanya pemberian Allah bagi hambanya yang meminta. semoga kesuksesan ini berlanjut di GA-nya mbak

    BalasHapus
  13. terus lah berusaha apa yang terjadi... di awal gagal, yang kedua harus tetap berusaha pasti bisa..

    selamat ya sudah dapat yang di harapkan... Inti dari semuanya adalah... "buatlah kesuksekan yang kita capai jadi semangat kita."

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah, barakallah ya sob harapannya sudah terkabul.... Ane juga pengen ah untuk menulis 100 harapan di buku, hehehe... Thanks atas inspirasinya sob

    BalasHapus
  15. aku sampe gak bs berkata2.. saking takjubnya!
    selamat ya mbak..
    memang terkadang kita hrs brani memiliki impian.
    ^_^
    smoga menang ya...

    BalasHapus
  16. subhanallah ... sesuatu banget yaa.. semoga menang ya ukht.....

    BalasHapus
  17. Semoga keinginan-keinginan berikutnya juga terwujud kak..^^

    BalasHapus
  18. congratulation if mulayu cakap taniah and selamt semoga sukses selalu

    BalasHapus
  19. Saya juga ingin punya kitab tafsir itu
    semoga kelak bisa saya beli
    Semoga berjaya dalam GA
    Nggak ikut GAku nduk ?
    http://abdulcholik.com/2013/01/05/misteri-di-balik-layar/

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  20. wuihhh dapet satu set 9 jilid... selamat selamat kamu berhasil :D

    BalasHapus
  21. wah seneng banget ya mbak dapat tafsirnya lengkap lagi,selamat deh mbak

    BalasHapus
  22. .. wouwwww,, dapet satu set. hebat bener,, oia GudLuck ya untuk GA nya pak haji nich ya?!? he..86x ..

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah, selamat...selamat...selamat...

    BalasHapus
  24. wow bukunya 9 jilid tebel2 keren banget mbak, selamat2 makin semangat dong buat nulisnya :D

    salam kenal dari sidoarjo yaa mbak :D

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah syukron katsir buat doanya ya sobat semua., beneran jadi semangat nulis Niar :D

    salam kenal balik dari Depok menuju Bogor ;)

    BalasHapus
  26. masya Allah

    salam kenal ukht.
    saia terharu bacanya. senangnya bisa mengenal buku tafsir. Boleh pinjem? hihihi..
    gak bercanda mba. kita kn jauhan yah.
    eh asli mana ?

    BalasHapus
  27. Masya Allah..
    9 jilid? pengen juga.. ^^

    BalasHapus
  28. Subhanallah mbak... pengen juga :'( Allah memang memberikan disaat yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan....

    BalasHapus
  29. @ Annur : Salam kenal juga ukht., boleh.. pk telepati yak :p

    Bogor-Palembang., anti?

    @ Aisyah : Ikutan buat wishlist ukh, kayak ana :p

    @ Vita : Iya, disaat dapat malah jadi terharu (super melankolis) :D

    BalasHapus
  30. Wah hebat kakanya ^^ jadi terharu :')

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+