Find Your Way To Say, “Alhamdulillah”

Ada nggak diantara sobat yang pernah ngerasa, “Jadi dia enak ya” entah karena ‘si dia’ itu lebih dalam materinya, fisiknya, pendidikannya, keluarganya, dll. Kalau laki-laki nggak tau juga deh, since Gen-Q wanita, hehe. Nah, yang namanya wanita itu cenderung untuk ngerasain hal ini. Misalnya aja pengalaman Gen-Q dengan teman-teman. Dulu itu seriiing banget mengalami yang namanya kurang self confidence, penyebabnya? Selalu ngerasa kurang!

“Dia mah enak, keluarganya berasal dari keluarga berpendidikan tinggi, dia oke banget deh kerjanya di Bank Nasional udah gitu cantik lagi, dia kan dari kecil udah diajarin ini itu… aku?”. Teruus aja, daftarnya nggak selesai-selesai. Padahal udah banyak tau yang namanya diri itu nggak boleh kebanyakan mengeluh, “La Tahla!” tapi manusia itu cepat sekali lupanya…

Tapi beruntunglah jika dari kealpaan sobat bisa menemukan ‘jalan pulang’ yaitu kembali ingat.

Dan kejadian ahad kemarin itu adalah salah satu cara Allah SWT untuk mengembalikan Gen-Q dari kealpaan dari yang namanya bersyukur.

Seorang teman semasa SMA dulu sms “Ry ada acara nggak minggu, kalau nggak ada temenin yuk ada acara anak yatim” begitu bunyinya. Setelah menimbang prioritas acara, maka setelah Liqo pukul 12 siang pun Gen-Q akhirnya menyetujui datang dan sampai pukul 14-nya (jaraknya jauh juga ya). Mulai pukul 15 pun anak-anak yatim berdatangan ke Masjid di dekat Murobbi teman SMA itu. Subhanallah, giat ya, padahal acara baru mulai pukul 16.

Di acara itu dibagikan dari mulai sekotak snack, nasi box, sajadah dan nggak ketinggalan amplopnya. Dan taukah sobat? Semua biaya itu ditanggung oleh teman saya itu. Well, memang beliau bilang pernah bernazar pada Murobbi ingin buat acara dengan anak yatim. Saya pikir waktu itu biaya dibagi beberapa orang, secara untuk 40 paket itu kan lumayan juga. Dan setelah tau ternyata semua biaya berasal dari teman saya pikir, “Yah, dia kan kerja di Bank, wajar”.

Sebelum acara dimulai seharusnya teman saya memberikan kata sambutan, tapi beliau malu lantas minta diwakilkan Murobbi. Dan inilah saat yang membuat Gen-Q tersentak “Adik-adik… mari kita do’akan kak … agar lekas sembuh..” Lekas sembuh? Memang siapa yang sakit?. “Kita do’akan semoga kak … diangkat penyakitnya sama Allah, karena kak … sekarang ini menderita penyakit Kanker Payudara..”

Masya Allah, tidak dapat terbendung air mata saat mengaminkan do’a dari sang guru. Ternyata teman yang selama ini selalu terlihat sempurna di mata memiliki problemanya sendiri, dan beliau pun tak pernah bercerita tentang masalah satu ini. Gen-Q menjadi begitu malu, malu pada kedermawanannya, malu pada sikap tawakalnya, dan malu pada caranya berusaha untuk menyembuhkan dirinya. Ya, cara itu dengan berbagi syukur beliau dengan memberikan sebagian rizqi yang Allah SWT berikan dengan jalan yang paling baik, yaitu menyantuni anak yatim.

“Fa bi ayyi ala I robbi kuma tukadzdziban..”, Ya, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sekitar Masjid bergemuruh dengan lantunan surah Ar-Rahman, 40 anak yatim, bapak-bapak DKM, teman-teman dan entah berapa banyak malaikat yang turut mendo’akan. Semoga langkahmu selalu dalam keberkahan-Nya teman…

Sadar, dengan sesadar-sadarnya.

Tidaklah patut membandingkan kenikmatan yang diberikan Allah SWT pada seseorang dengan melupakan nikmat-Nya yang diberikan pada kita

Tengoklah lagi, perhatikan, jika belum bertemu maka periksa ulang nikmat apa yang diberikan Allah SWT kepada kita yang ternyata tidak diberikan-Nya pada orang lain. Ternyata sungguh banyak, namun kita lebih banyak lagi lalai. Sobat, kesehatan adalah rizqi yang amat sangat besar, waktu luang pun merupakan rizqi yang tak akan kembali, begitu juga kefahaman dalam agama. Dan, kedamaian hati tanpa tuntutan hutang juga merupakan rizqi..

“Ada dua buah nikmat yang banyak orang tertipu oleh keduanya; yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari )

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” (HR Bukhari dan Muslim).


“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).

Dan jangan sobat anggap sebuah musibah adalah murka Allah, jika musibah diberikan pada mereka yang tha’at, justru itu merupakan kebaikan yang diberikan Allah SWT bagi mereka di dunia, untuk menggugurkan dosa, meningkatkan derajat.

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Bukhari dari Abu Hurairah).

Nah, bagi sobat yang masih lalai akan nikmat Allah, yuk kita kita cari sama-sama, cari cara untuk mengucapkan Alhamdulillah…

"Janganlah kalian lalai sehingga kamu melupakan kasih sayang (ar-rahman)." (HR Tirmidzi)




52 komentar:

  1. kalo itu sih pernah.. manusiawi hohoho :p
    kalo udah inget yang di bawah.. bakal lebih menikmati dan bersyukur.. bahkan ngerasa bahwa ini lebih, dan haru.. :) .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haruka? :p

      Iya Miz, selalu dan selalu melihat kepada mereka yang dibawah kita akan menjadikan kita punya banyak stok syukur ^^

      Hapus
  2. enak ya melihat ke bawah siapa tahu nemu uang, bersyukur itu menjadikan kita kaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aapa sii paman.... :D ., karena dengan bersyukur hati kita penuh dengan nikmat ketenangan yang tak tergantukan

      Hapus
    2. justru itu sangat sulit mas untuk mensukuri apa yang ada , namanya manusia di kasih satu minta dua di kasih dua minta tiga

      Hapus
  3. hkz hkz... sedih baca ny :(
    alhamdulillah, alhamdulillah, all praises to Allah, all praises to Allah,
    surat Ar-rahman itu benar2 bisa jadi pengingat "jalan pulang" yang paling efektif :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Na'am ukh, surah Ar-Rahman selalu membuat kita malu....

      Hapus
  4. Semoga kita selalu menjadi hamba yang tak lupa bersyukur kepada Allah atas segala nikmaNya, sekecil apapun itu.

    BalasHapus
  5. klo fikiran seperti itu saya pernah berfikir,tapi saya berfikir siapa saya dan gmn keadaaan saya, dan saya cukup mensyukuri apa yang allah berikan buat saya saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sob.. kadang saya gitu juga, "Siapa elu?" tapi kalau jatuhnya di saya jadi kurang self confidencenya, dan itu ganggu saya banget secara saya itu tipe pemikir. Jadi bakalan mikirin terus kenapa saya begini, dia begitu.. hehe complicated kan :D

      Hapus
    2. kalo melihat kelebihan orang lain dan membanding2 kan dengan kita maka gak akan ada habis nya dn akan merasa selalu kurang

      Hapus
  6. syafakillahu.., aamiin3x ya Rabb...!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Qabul ya mujibas salim

      Hapus
  7. Syafakillah untk ukhti fillah, krna dia termasuk saudara kita.
    Dan saya merasa tertampar sekali. tulisanmu membuatku nyaris menjerit minta Ampun pada Allah. aku termasuk orang yg mudah ngeluh bgd. bukan krna apa, kadang karena saya terlalu sepele menyingkat pemikiran. ya sama sih.

    syukron ukhti. smoga kita senantiasa diberi jalan yg lurus, meski melewatinya terjal. namun iman tetp kekal. aamiin

    La Tahla ^_^ Hamasah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ini untuk menasihati diri sendiri ukht... tapi mau dibagikan dengan harapan bisa mendapat manfaat dari pengalaman say :)

      Afwan.... Zadanallah 'ilman wa hirsha (^_^)/

      Hapus
  8. Betapa nikmat Allah Ta'ala masih buaaanyak yang belum kita syukuri itu. Makasih banyak ya, Mbak, artikel ini sungguh menggetarkan saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada senior datang....! Salah kata nggak nih ya >,<

      Hapus
  9. tetep bersyukur dengan apa yanga da..
    alhamdulillah..alhamdulillah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Correct, Find Your Way To Say "Alhamdulillah" :)

      Hapus
  10. Nikmat syukur itu luar biasa ya Mbak, walau sangat manusiawi jika kita melihat 'rumput tetangga lebih hijau daripada rumput kita'
    Setiap orang pasti punya masalah sendiri2 dan sering kita berpikir bahwa masalah kita adalah yang paling berat di dunia hingga lupa menghitung berkah yang sudah diberikan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dari rumput kita.. Memang harus lebih banyak melihat kepada mereka2 yang jauh dibawah kita, agar nikmat itu terasa. Terimakasih mba, komentar dari seorang yang bijaksana :-)

      Hapus
  11. kata orang jawa "Ojo sawang sinawang" mbak..

    semoga diberi kesembuhan untuk temannya.. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa itu artinya pak..... Gen-Q tak mengerti pun T.T

      Aamiin, Ya Rabbal 'alamin

      Hapus
  12. saya nemu link ini dari G+, tapinya kenapa saya dibawa ke Gen Q...saking bingungnya sampe garuk garuk kepala...
    bacanya besok lagi ah...mau prasahur dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah yaa, itulah baiknya G+ paman! Dia akan menampilkan link blog orang yang kita berkomentar di kolom G+ berada di halaman G+ orang tersebut. Makanya saya ketika berkomentar menggunakan G+ mengosongkan tanda (tanda centang itu di klik jadi kosong) agar blog orang lain gak ikut 'iklan' gratis di G+ kita., gitu pamaaaan ^_^

      Hapus
  13. Waktu itu lagi openhouse hipmi di upi, ditanya ama pemateri "apa yang jadi kendala untuk memulai wirausaha?" terus ada deh peserta yang bilang "saya tidak punya modal" trus pematerinya bilang gini "gimana kalo anda saya kasih 100juta, tapi anda harus kehilangan tangan, kaki, panca indera, dan teman-teman anda?"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipp, kita memang memang harus dibangunkan agar sadar bahwa nikmat Allah itu luar biasa besarnya..

      Hapus
  14. Nyimak dulu mba ... :D mau trawee dulu mbak ... :D

    BalasHapus
  15. Senang sekali menemukan blog ini gen Q, artikelnya luar biasa, mudah mudahan banyak yang sadar akan kelemahan dan klebihan yang diberikan Alloh SWT. Tidak mudah putus asa, karena apa yang di berikan olehNya pasti yang terbaik.

    BalasHapus
  16. Semoga kita termasuk dari golongan hambanya...yg pandai bersyukur :)

    BalasHapus
  17. Sebenarnya kita ini manusia tiada daya, apapun yg kita dapat, yg kita miliki apa adanya semua adalah yg terbaik yg wajib kita syukuri, dan hidup memang banyak romantikanya yg penting sbg org muslim kita wajib beriman akan adanya hari akhir dan juga takdir hidup

    BalasHapus
  18. kalau istilah jawa, hidup itu saling memandang. Rembulan dan matahari serasa dikepala orang lain terus. Bersyukur atas anugerah yang telah diterima. Semoga cepat sembuh dan diberi ketabahan. Salam doa untuk temannya.

    BalasHapus
  19. nahh baru ketemu blog yang saya cari :D
    blog Islamic

    BalasHapus
  20. No body perfect, kan?

    kata org jawa sawang sinawang ;)

    BalasHapus
  21. sepandai-pandainya orang adalah mereka yang pandai bersyukur

    BalasHapus
  22. sesungguhnya semuanya hanya sawang sinawang (bahasa jawa), hanya terlihat saja, kadang kita tidak menyelaminya....
    sesungguhnya kebahagiaan adalah ketika kita mempu mengendalikan diri kita untuk selalu bersyukur.....
    :)

    BalasHapus
  23. terkadang kita memandang sesuatu menurut cara pandang kita sendiri, sehingga ada kabut hitam menutupi makna sebenarnya dari hal yang kita lihat, senantiasa bersyukur atas nikmat-NYA baik dalam suka maupun duka adalah salah satu cara membersihkan cara pandang kita dari kabut hitam tersebut...salam :-)

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah, Semuanya udah di tentukan kitanya aja kadang kurang sabar

    BalasHapus
  25. Blog nya cantik sekali , ISinya apalagi :D

    BalasHapus
  26. barang siapa yang mau jadi orang lain, itu tanda-tanda manusia tanpa rasa SYUKUR! ubah sudut pandang lebih baik yuks, dan ucapkan alhamdulillah....

    mohon maaf lahir batin

    BalasHapus
  27. Subhanallah, point utamanya adalah be yourself, hehee... Nggak usah memandang orang lain, yg penting lihat diri kita sendiri dulu, hehehe... O iya, afwan ya ukhti, lama bangeeeeettt ane nggak ke sini lagi, wow blognya udah berubah 100 % ketika ane mampir ke sini, kereeenn deeeehh....

    BalasHapus
  28. minal aidin walfaidzin yah :))

    BalasHapus
  29. Berkunjung lagi neh, Mbak, hehe...
    Taqabballallahu minna wa minkum…
    Mohon maaf lahir dan batin ya, Mbak :)

    BalasHapus
  30. Alhamdulillah..
    Alhamdulillah..
    Alhamdulillah..

    terima kasih telah mengingatkan ya ukhti..

    BalasHapus
  31. yuk kita cari di kolong langit kepingan makna yang belum sempat kita kumpulkan :) sebenarnya banyak kali seperti taburan bintang...

    BalasHapus
  32. Saya suka dengan blog ini Mbak Ry.. ^_^
    Langsung follow deh biar bisa sering maen kemari... hehehe..

    Tulisannya bagus untuk mengingatkan kita agar selalu bersyukur yaa.. setiap orang barangkali mungkin pernah mengalami hal semacam ini.. lupa bahwa sebenarnya masih banyak yg dibawah yaa..

    BalasHapus
  33. setuju Mbak,,
    sering kali kita lupa bersyukur,,
    padahal ada banyak hal yang patut kita syukurii..

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+