Wait For Me, Ummi...


Rasul kita yang mulia mengatakan, “Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai….” (HR. Al-Bukhari)

Dan engkau, duhai ibuku adalah yang aku cintai. Maka aku akan bergegas menuju jalan-Nya agar dipersimpangan nanti kita dipertemukan disebaik-baik tempat berteduh, dibawah naungan-Nya.

Jika belum pernah terucap dari bibirku maka lewat tulisan maya ini kusampaikan, “Aku sayang Mama…” engkau adalah cita-citaku, pendorong harapan terbesarku, senyum dan air mataku, engkau adalah surgaku.

Dan ketika rindu ini terasa mencekam, ciuman hangat untukmu kutitipkan lewat sujudku pada-Nya. Sampaikan, sampaikan Yaa Rahman…

Dan ketika kerongkongan ini tercekat menahan isakan tangisku kulantunkan baris-baris kesayangan lewat do’aku pada-Nya. Sampaikan, sampaikan Yaa Rahim…

Anas bin Malik radhiallaahu anhu meriwayatkan ketika putra Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, Ibrahim akan meninggal, ia datang menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sedangkan Ibrahim nafasnya sudah termegah-megah, maka kedua mata beliaupun berlinang air mata. Rasulullah mengambilnya dan meletakkannya di atas pangkuan sambil berkata:

“Wahai anakku! Aku tidak memiliki hak kuasa apapun yang dapat kuberikan kepadamu di sisi Allah”.

Melihat Nabi menangis, Abdul Rahman bin Auf dan Anas lalu bertanya:

“Wahai Rasulullah mengapa kamu menangis? Bukankah kamu telah melarang menangis?’

Beliau menjawab :

“Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya tangisan itu adalah rahmat, dan barangsiapa tidak memiliki kasih sayang maka ia tidak mendapatkan kasih sayang”,

kemudian beliau bersabda lagi:

”Sesungguhnya mata bisa berlinang, hati juga bisa berduka namun kita hanya bisa mengucapkan yang diridhai tuhan kita. Wahai Ibrahim, sungguh kami sangat bermuram durja karena berpisah denganmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Apa yang mampu kulakukan Yaa Robbi? Engkau telah mengambil kembali milik-Mu. Engkau menghendaki yang terbaik dari bagian jiwaku

Apa yang mampu kulakukan Yaa Robbi? Didikan-Mu telah sampai pada derajat ini. Sungguh berat terasa pelajaran yang Kau beri kali ini. Engkau menghendaki pelajaran sampai kepadaku dengan cara yang paling tidak kusukai.

Pelajaran mengajarkanku lewat sebuah riwayat dari Ummu Salamah yang tertimpa musibah. Ia ridho dengan musibah yang menimpanya. Ia meminta pengganti yang terbaik dari suaminya yang telah tiada.

Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah yang menimpaku, dan berilah aku ganti yang lebih baik daripada musibah yang telah menimpa.” (HR. Ahmad dan Ya’qub bin Sufyan Al-Fasawi)

Aku mampu ridho, Kau lihat? Tapi meminta pengganti? Pengganti seperti apa yang dapat menggantikan seorang ibu? Tidak, aku tidak ingin pengganti. Tapi karena aku tahu Kau Maha Pemurah maka aku meminta Engkau membangunkan sebuah rumah yang nyaman bagi ibuku, yang tidak pernah ia miliki. Sebuah tempat dimana hanya ada kalimat-kalimat kebaikan, tidak ada kesusahan hanya berisi kedamaian seperti yang selalu diinginkannya…


"Sungguh, ku kan kembali wahai ibu…, kan kucium keningmu nan suci. Kan kutumpahkan semua rinduku, dan cium wanginya tangan kananmu. Kan kubersihkan tanah di kedua telapak kakimu dengan pipiku ketika aku bertemu denganmu..."

10 komentar:

  1. pagi-pagi udah dapat pencerahan.
    makasi ya mbak hehehe

    BalasHapus
  2. duhai cinta, ornag terkasih. Ibu... aku masih ingat kalau ucapan itu begitu menusuk nusuk ulu hatimu.
    Smoga jalan terbaik adalah bersamaNya....
    innalillahi wa inna ilahi rojiuun.

    Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.

    BalasHapus
  3. Sosok ibu memang kerap dirindukan. Ibu saya yg notabene sekarang sudah menjadi seorang nenek pun terkadang masih rindu dengan almarhumah ibunda beliau (nenek saya)

    BalasHapus
  4. saya tidak kuat baca ini mbak...turut berduka, semoga amal ibadahnya di catat kebaikan dan diterima, diampuni dosanya tobatnya di terima.
    untuk mbak herriyati, yuk didoakan agar melaapngkan alam barzakh beliau.

    BalasHapus
  5. إن لله ما أخذ وله ما أعطى وكلٌ عنده بأجل مسمى، فلتصبر ولتحتسب
    Ikut mendoakan beliau:

    اللهم ارحمها و اغفر لها واعف عنها وعافها وأكرم نزلها ووسع مدخلها واغسلها بماء وثلج وبرد ونقها من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس وأبدلها دارا خيرا من داره وقها فتنة القبر وعذاب القبر وعذاب النار و الحقها بالشهداء و الصالحين

    BalasHapus
  6. Duhai, kerinduan itu betapa memancarkan cahaya...
    Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu 'anha...

    BalasHapus
  7. Selamat hari Ibu....
    manis ih kata2nyaa

    BalasHapus
  8. Subhanallah, bgitu bsar rasa cinta Ukhti kepada ibunya.. semoga amal ibadah beliau diterima dihadapannNya.. Aamiiiin

    BalasHapus
  9. heemmm, semoga ukhtina Ave Ry bisa menjadi anak berbakti kepada ibu. tetap lah menjadi anak sholehah karena semua ibu ingin anaknya menjadi anak sholehah. tapi ibu Ave Ry sangatlah beruntung dan dapat karunia yang sangat luar biasa...

    BalasHapus
  10. keren sob,,,, anak berbakti...salut

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+