Bangkit, Semangatlah!


"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: 'Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.' Akan tetapi hendaklah kau katakan: 'Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.' Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaithan."
(HR. Muslim)


Dalam syarahnya imam An Nawawi menjelaskan,

“Bersemangatlah dalam melakukan ketaatan pada Allah, selalu berharaplah pada Allah dan carilah dengan meminta tolong pada-Nya. Jangan patah semangat, yaitu jangan malas dalam melakukan ketaatan dan jangan lemah dari mencari pertolongan. ” (Syarh Shahih Muslim, 16: 194).

Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi menyebutkan ada tiga cara agar tidak kendor semangat dalam belajar yang beliau simpulkan dari hadits di atas:

1.      Semangat untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Ketika seseorang mendapatkan hal yang bermanfaat tersebut, hendaklah ia terus semangat untuk meraihnya.

2.      Meminta tolong pada Allah untuk meraih ilmu tersebut.

3.      Tidak patah semangat untuk meraih tujuan.

Al Junaid berkata,

“Tidaklah seseorang mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh dan penuh kejujuran, melainkan ia akan meraihnya. Jika ia tidak seluruhnya, ia pasti meraih sebagiannya.”

Bagi tiap muslim, karya tak boleh berjeda. Karena,"Sesungguhnya siang dan malam berkarya dalam dirimu. Maka berkaryalah". pesan Umar bin Abdul Aziz suatu ketika. Maka tak ada lagi alasan dan rasa malas. Kalaupun ia hadir dna memaksa, hempaskan saja ! Kalaupun ia datang walau hanya menyapa saja, biarkan ia berlalu. karena banyak yang telah bersedia hati menunggu karya-karya kita.

Ingatkah kita akan hadis Rasulullah berikut ini :

"Barang siapa yang hari ini lebih baik dibandingkan yang terdahulu, maka dia termasuk orang yang sukses. Barang siapa yang hari ini sama seperti yang terdahulu, maka dia termasuk orang yang tertipu. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan yang terdahulu, maka dia termausk orang-orang yang merugi dihadapan Allah swt"

Jadi, orang sukses adalah today is better than yesterday. Hari ini harus lebih baik dibandingkan dengan yang terdahulu dan tentu saja, tomorrow will be better than today, hari esok akan lebih baik dibandingkan hari ini. So, masihkah kita bermalas-malasan. Teruslah melangkah, teruslah semangat berkarya. Dalam kondisi bagaimanapun, kita harus senantiasa memberikan yang terbaik untuk umat. Senantiasa menyalakan semangat, dan membuktikan pada semesta bahwa Islam adalah rahmat.

Berkarya tidak harus menulis, tapi bagaimana membuat sebuah tulisan di jiwa, hati dan pikiran kita untuk berdakwah sehingga melahirkan terus dan terus kader-kader dakwah. Membentuk sosok-sosok idaman umat yang baru. Membentuk manusia-manusia perubah baru. Memang semua itu membutuhkan waktu yang lama. Tapi inilah sebuah proses sahabat. Karena tiada sesuatu yang instan jika ingin menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Justru yang instan-instan itu kurang bagus dan kurang berkualitas. Marilah kita membentuk jundi-jundi baru.


"Bangkitlah hati bersama cahaya yang bersinar. Kembangkan sayap-sayapmu hingga malam berlalu dan tibanya fajar, akan di sambut dengan senyuman dan lafaz ayat suci-Mu sebagai tanda syukur kebahagiaan. Setetes air mata mensucikan jiwa dan pikiran sebagai tanda rindu dan cintaku pada-Nya"

24 komentar:

  1. kalau semua diraih dengan instan pasti ucapan yang keluar juga instan. proses dan hasil itu penting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata pepatah, Man propose God dispose... jika sudah berproses hasil itu urusan-Nya :)

      Hapus
  2. Aku ingin menjadi orang kuat agar bisa menolong orang yang lemah. Pengen menjadi pengusaha biar bisa memperkerjakan orang banyak. Bangkit dan tetap semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cita-citanya sama ^^ ., aamiin...

      Hapus
  3. Masya ALLAH, Semangat ukht ... ini baru akhwat hehe
    "Bangkitlah hati bersama cahaya yang bersinar. Kembangkan sayap-sayapmu hingga malam berlalu dan tibanya fajar, akan di sambut dengan senyuman dan lafaz ayat suci-Mu sebagai tanda syukur kebahagiaan. Setetes air mata mensucikan jiwa dan pikiran sebagai tanda rindu dan cintaku pada-Nya"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti yang kemarin bukan akhwat? ikhwan donk :D

      Hapus
  4. tetap semangat berdakwah, bagaimanapun caranya asal tujuannya sama ---> mengajak kepada Allah.
    keep #gereget and stay dakwah. :-)

    BalasHapus
  5. dalam hidup kita wajib bersemangat, bahkan dalam menegakkan sholat pun kita harus bersemangat..agar jiwa tak mudah dipengaruhi oleh godaan iblis dengan rayuannya agar kita bermalas-malasan...
    keep happy blogging always, salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini dia... Semangat yang sering terlupa!

      Hapus
  6. saya tidak terlalu paham tapi sejak dulu saya memang tidak suka jika harus kalah sebelum bertanding

    BalasHapus
  7. Setuju banget, hanya saja kita tidak bisa mengingkari kenyataan bahwa sebagai manusia biasa yang namanya semangat, iman, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan diri kita pasti akan mengalami perubahan. Ibarat suatu siklus yang naik-turun. Orang rajin pasti suatu saat akan mengalami malas atau sebaliknya orang malas suatu saat pasti mengalami rajin.
    Namun bukan hal itu yang saya tekankan. Yang penting adalah bagaimana kita bisa kembali ke keadaan semula ketika kita mengalami penurunan. Hampir sulit untuk berada dalam satu kondisi dalam waktu lama. Contohnya saya ambil dari tetangga. Dalam shalat, hampir sulit untuk berada dalam keadaan sadar bahwa kita menghadap Allah selama shalat itu berlangsung. Kadang selalu terlintas tentang hal-hal lain, tetapi kita harus bisa kembali ke keadaan sadar seperti semula. Karena jika sampai shalat usai kita masih berada dalam keadaan memikirkan hal lain bisa saja shalatnya tidak sah. hehe. cmiiw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, intinya mah sama, BANGKIT!
      besok-besok pesen kue bangkit ke pekanbaru.. heu.

      Hapus
  8. Sesuatu yang berkualitas memang tidak bisa dihasilkan dari proses yang instan, tapi melalui perjalanan panjang deengan tempaan dakwah yang kadang banyak kendala dan halangan, tribulasi dan faktor pribadi, mulai dari keluarga, lingkungan dan bahkan dari diri sendiri..

    Futur dalam dakwah adalah masalah yang biasa terjadi, berapa banyak yang akhirnya berjatuhan di jalan dakwah ini, sepertinya saya juga akhir-akhir ini merasakannya...

    Trims sudah mengingatkan

    BalasHapus
  9. Membacanya, berdesiran di dada ini rasa semangat, semakin lama bergemuruh untuk selalu berbuat banyak kebaikan dalam rangka menggapai ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.

    BalasHapus
  10. Cukup membakar (y), Tp kasihan gambar postingnya gamisnya kurang panjang, roknya cingkrang, kalau perempuan isbal gpp :p

    BalasHapus
  11. kalo kata anak muda 'tetep cemuguth ea'

    BalasHapus
  12. dan tentunya tidak lupa tuk menikmati proses kebangkitannya ya :)

    BalasHapus
  13. Great, jngn kita berpikir menjadi ornang yang berhasil. tpi berpikirlah mnajdi orang yang berguna..:)

    BalasHapus
  14. I think that, we don't think to the best but we think Do the best...

    BalasHapus
  15. habis gelap terbitlah terang, semangat nomor satu

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+