Khayalan Kita: Spain, We’re In Love!


Por último, España ... Estamos llegando!

Here we go, di tanah sejuta rasa.

Kerlip dunia membintangi kelam langit yang dulu pernah berjaya, Spanyol. Di pijakan yang sama namun dengan cita yang beda. Baunya terhirup semerbak mewangi flamengo.

“Erick, akhirnya… sayapku sudah terkepak sejauh ini untuk sekadar menyapamu. Kuharap berbuah jabat”, gadis mungil yang MERAH jilbab juga gaunnya mendaratkan kaki ditengah kerumunan burung yang setiap sore menanti camilan dari para pengunjung.

Tak jauh darinya seorang ibu muda nan energik tengah sibuk dengan kamera canggihnya. Cadar HIJAU yang melampiri gaun lebar itu tidak mengurangi kegesitannya dalam mengambil moment lalu lalang pengunjung juga tiap hempasan angin yang menerpa. “Kapan lagi bisa dapat pemandangan sekeren ini!”, ujarnya.

Diantara hamparan rerumputan hijau taman terlihat dua gadis ceria sedang mengobrol, ramai sekali! “Coba bayangin, kalau sepuluh aja kita dapat pelanggan yang aktif membeli barang dagangan kita, baju-baju gamis contohnya. Kita udah bisa aman, tinggal minta mereka untuk bantu promoin produk kita sama muslimah-muslimah disini. Untungnya lumayan…”, mulai gadis berjilbab lebar yang warna PINK-nya redup melambai. Menimpali, seorang gadis penyuka TABRAK WARNA bersuara, “Iya, sekalian kita disini. Wisata kuliner… kapan lagi?”

Di samping air mancur, dekat dengan kedua gadis tadi terlihat seorang gadis berwajah serius yang sebenarnya kamuflase melangkahkan kaki, bolak-balik. Jilbab KUNING-nya menyilaukan matahari! Berpikir keras ia, menopang dagu dengan sebelah tangannya sambil berjalan tak henti.”Bagaimana cara para ulama dulu di Spanyol ini mendidik para muridnya sehingga mereka terkenal ke seantero dunia sebagai manusia-manusia yang giat berilmu, giat belajar. Aku harus mencari tau, agar bisa kuterapkan pada anak didikku di sekolah nanti”. Begitu terus, ia berpikir, berulang.

Menyendiri dengan sebuah Diary dan pena ditangan kanan, seorang gadis dengan gaun korea bercorak batik khas Indonesia mengebaskan selembar daun dari jilbab BIRU-nya.

"Averroes..."
"Medina Az-Zahra, 936, Cordova, Andalusia..."
"Ave Ry, 2015, Sevilla..."

"Dia_Ry, finally, DIA menyampaikan aku ke tanah para cendekia! Perhatikan rumputnya, hirup udaranya, rasakan anginnya dan masukan ke dalam pori-pori. Alirkan, alirkan ke aorta dan sampaikan menuju seluruh anggota tubuh serta pelvis"

"Beritahu cerebral cortex agar ia menyimpan dengan baik memory ini hingga bertahun nanti bisa mendetailkannya pada Gen-Q berikutnya!"

"Katakan pada si junior; Ibumu sangat mencintai tanah ini! Tanah dimana lahir seorang Ibnu Rusyd, seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidup beliau sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Beliau mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Betapa aku inginkan kau menjadi seperti orang besar itu.... Junior!"
***
"Subhanallah... Megah sangat bangunan ini!", si gadis bergaun merah terkagum-kagum. Disebelahnya gadis bercadar hijau tiada henti mengcaptured gadis-gadis yang tidak pernah kehabisan bahan obrolan, dari mulai awal di bandara hingga menuju bangunan Medina Azzahra. Baterai mereka seakan selalu full charge! Dengan gaya narsis feminis mereka berpose seakan tidak menghiraukan para turis dari berbagai macam negara yang tengah memperhatikan mereka. Mungkin pikir para turis itu begini, "Ada apa ini? apakah ada kontes Miss World Muslimah disini, sangat berwarna..."

Para gadis itu menyusuri tiap lorong dari bangunan bersejarah, indah nan megah. Ukirannya berlafazkan keindahan Nama-nama-Nya, tersusun dari batu-batu berkualitas terbaik pada masanya, tempat para insan Rabbani mencari ilmu, menghiaskan pahatan disetiap dindingnya dengan dzikrullah, "Subhanallah Rabbiyal 'Azhimi wa bi Hamdihi"


 Perjalanan mereka berlanjut

"Isma, estás aquí?", layar ponsel si gadis merah menyala
"Sí, estoy aquí ... dónde puedo encontrar Erick?", balas gadis itu melalui pesan sms
"Nos vemos en riverside, at down under the Triana Bridge, the oldest bridge of Seville "
"Oke, be there..."

Kami bersegera menuju kesana, mempertemukan dua hati yang terpisah jarak cukup lama namun disatukan oleh asa.

Pria itu, tinggi berseri dengan rambut keriwil menyambut kami dengan hangat. "Bienvenidos a Sevilla". Ditengahi cahaya redup senja mereka bercengkerama, menanti saatnya waktu maghrib tiba.

"Ah, disana kau rupanya" gadis biru berjalan meninggalkan teman-temannya. Perlahan kakinya melangkah kian cepat hingga ia berlari semakin jauh, semakin jauh. Terseok ia ditengah temaram Triana dan terjatuh diantara padang ilalang. "Dimana aku?". Matanya menatap jauh jembatan yang kian menghilang pandangan. Hampir menangis ia karena menghilang dari rombongan.

"No tengas miedo de la señorita, yo conduciré", tangan itu terulur... dan sebelum ia menggapainya, ia limbung lantas tak sadarkan diri, berhenti.

***

Ahh, ternyata khayalku berhenti di persimpangan jembatan..


Tapi betapa hebatnya jika saja jejak langkah kaki ini menyampaikan aku dan mereka, sahabatku fillah kesana.
Namun jika belum juga mengudara maka khayalku akan kurubah saja menjadi sepotong doa :

“Yaa Rabbi, memang hanya KAU yang mengetahui betapa keanehan rindu ini menyergap pembuluh darahku. Cintaku pada tanah para cendekia, para ulama. Betapa Medina Azzahra membayang di pelupuk mata, Alhambra di Granada, Mezquita di Córdoba dan menara Torre del Oro dan Giralda di Sevilla dan Reales Alcázares di Sevilla. Bentuk kubah hinggakan pahatan arsitekturnya kurasakan betul di urat nadi. Rasa itu tidak pernah berhenti, sebelum tanah basahnya kuhirupi.”



60 komentar:

  1. walau menghayal, semoga tercapai deh, dan sukses juga buat give way-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Khayalan yang semoga sukses ^^ ., makasih ya pak

      Hapus
    2. amiin..semoga sukses buat mbak herriyati

      Hapus
  2. waaah, khayalannya luar biasa, smoga bnr2 menjadi nyata ya, amin...
    kalo aku mengkhayal prgi keluar angkasa nun jauh kesana tentunya dgn pesawat angkasaku sendiri, hehe...
    emang asik ya yg namanya mengkhayal tuh..
    semoga menang ya
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kang Wawan saya udah pasti nebak khayalannya pasti itu! Dengan mengkhayal seorang penulis bisa buat novel ^^ ., aamiin makasih

      Hapus
    2. hihiii saya dulu juga pernah punya kayalan jadi penulis,, heheheh


      about this post...

      hmmm aq suka bacanya,, bahasanya asik ngk njemuin untuk dibaca

      succses aja buat @ave

      Hapus
  3. selamat berkompetisi,,,,,

    khayal atau sudah pernah ke andalusia beneran sist? lancar aja bahasanya,,,,,,hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan belajar dulu sist, jadi pas kesana udah lancar gitu ^^

      Hapus
  4. Wah, sejuk liat nih postingan, hehehe.... BTW sukses untuk kompetesinya ya sobaaattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejuk karena apa Fahri -_-" ., okelah makasih sobaaatt :)

      Hapus
  5. wuihh,, mantap khayalannya... kalau aku pengen bgt ke jerman ukh :)

    semoga tercapai ya mba, jangan lupa ajak2 aku juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi di Jerman rada ngeri... ngeri sama orang Hispanik :D ., Aamiin Yaa Rabbi Izzati.. Tinggalin nomor kontak aja ukh ^^

      Hapus
  6. saya selalu berbinar ketika membaca khayalan nona yang manis ini. kenpa? dia sangat cerdas dan shalihah.. bahasamu keren ukht,, ajarin dunk.. eh keren2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uhuk, uhuk,, ukhti satu ini kalau memuji terlewat berlebihan.. jadi malu.. Ada juga aku yang belajar,. oke, oke.. Keep Ukhuwah (^_^)/

      Hapus
  7. saya suka bacanya mb, kosa katanya warna warni
    semoga khayalannya terwujud ya mb ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Warna-warni kayak pelangi ^^ ., aaminn, makasih sobat...

      Hapus
  8. hm.... masihkan seperti itu dia??? sementara yang lain tertelan tanah bumi. T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hey Ummunya Imah... :D komentarmu terhijab dibalik cadar sehingga aku tak paham pun ^^

      Hapus
  9. Ternyata banyak sahabat yang sedang berkhayal ya sekarang.

    Heheheee.. Insyaallah menyusul deh.

    Sukses untuk kompetisinya.

    Salam persahabatan dari Jember.

    BalasHapus
    Balasan
    1. La wong ada lomba je... temanya ya berkhayal, so, berkhayal-lah selagi belum dilarang ^^

      Salam persahabat pun dari mana saja ^^

      Hapus
  10. Saya yakin jika Mbak terus semangat pasti kesampean kok ini khayalannya..
    Belum nyampe kesana aja udah bisa bahasa spanyol.. itu kan udah satu langkah maju namanya!! ^_^

    Tulisan ini bagus mbak,, bahasanya cantik..
    Sukses yaa buat GA nya!
    Salam Hangat Persahabatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sesama kompetitor ^^ ., Masya Allah... Aamiin, Bi Idznillah...

      Terimakasih sobat, Keep blogging, keep making friendship :)

      Hapus
  11. granada itu andalus ya mbak? granada dalam sejarahnya dipenuhi oleh penduduk muslim terkenal dengan kopi atau coklatnya.
    khyalan tingkat tinggi nih mbak,
    kalaupun ini diikutkan dalam GA semoga saja ada hasil yang dapat di petik "JUARA"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya paman... Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia (Spanyol & Portugal) secara umum, tapi kepada daerah2 yang dikuasai umat Muslim pada zaman dahulu. Nah, Granada itu termasuk salah satu benteng yang berada dibawahnya.

      Aaaaaaamiiiiinnn.... :)

      Hapus
  12. Saya nitip kostum plus kolor tim Sevilla.. Kalau ada kaos kakinya sekalian ya mbak..

    sukses GA-nya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah, saru ee uncle ki :D ., aamiin, aamiin (Hari ini berapa kali si amin kesebut?)

      Hapus
  13. ikutan ngayal dong xixixixixix

    BalasHapus
  14. Balasan
    1. Andalusia itu Mas... mencakup Spanyol, Portugal dan sekitarnya

      Hapus
  15. jauhnya mba,ngayal sampe ke spanyol ya....hehe
    moga sukses giveaway nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar sekalian gitu Mas Reo... Jadi ongkosnya ditanggung rame2 :D ., aamiin...

      Hapus
  16. Khayalan yg indah, semoga bisa terwujud ya....

    BalasHapus
  17. keren sekali! khayalan ini mengingatkanku akan sejarah islam yang kini mulai jarang diminati pemuda untuk sekedar dibaca apalagi dipahami. tapi berkat cerita singkat ini aku mengerti betapa hebatnya tanah-tanah sejarah itu, :)

    sukses GA-nya, mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, aku juga aneh sama pemuda kebanyakan hari ini, memiliki sejarah yang hebat tapi boro-boro diteladani, dipelajari aja gak. Sayang banget, kalau saja mereka tau ketika jalanan Eropa masih suram, masyarakat umumnya tak kenal baca tulis dan tak kenal mandi! Di Cordoba beribu pelajar bersih dan rapih mendaras kitab-kitab bukan hanya dari para ulama kita tapi juga dari Aristoteles!

      Hapus
  18. Khayalan, hidup berawal dari mimpi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mimpi yang dibangun dengan usaha :)

      Hapus
  19. jdi pengen ikutan menghayal juga aku sob hehehee... :)

    BalasHapus
  20. Balasan
    1. Aamiin... Qabul yaa Mujibassaliem..

      Hapus
  21. "Bentuk kubah hinggakan pahatan arsitekturnya kurasakan betul di urat nadi. Rasa itu tidak pernah berhenti, sebelum tanah basahnya kuhirupi.”.... Powerfull sekali kalimatnya. Semoga terwujud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Qabul yaa Mujibassaliem..

      Hapus
  22. Uhh keren pengen ke sana juga... :D

    BalasHapus
  23. wah saya ngayal kemana ya ..?? ke hongkong saja deh mbak yang deket...

    oya kalau mbak gen Q jadi ke sepanyol, saya nitip bawain david villa ya mbak hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau David Villa mah mending bawa kerumah Gen-Q aja mas... :D :D

      Hapus
  24. bingung, di aturannya harus pake bahasa indonesia, boleh pake bahasa daerah asal ada terjemahannya,
    di sini ada bahasa asing yang gak diterjemahin... mau protes, tapi kan ga ada larangan pake bahasa asing tanpa terjemahan... >___<

    ini adalah situasi yang amat sangat mengganggu pikiranku banget sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuu,, ini ada anak tersesat... semoga pikirannya gak begitu dalam mengganggu dan terlalu berlebih banget sekali.

      Suki-suki dah, biar ngayal harus teteup ngeksis differensis -,-

      Hapus
  25. khayalan yg positif yg penuh hikma *smile

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar ngayal harus tetep positif :)

      Hapus
  26. berkunjung dulu, tercatat sebagai peserta :D

    BalasHapus
  27. Indah dan indah. Semoga khayalan dan doa itu terlaksana.. bang bing bung nabung buat beli tiket pesawat :)

    BalasHapus
  28. Ku tunggu kau di spanyol..#EH

    BalasHapus
  29. wah keren sekali,, kapan ya kesana,, eh ini admin nya cewek apa cowok ya?hihi

    BalasHapus
  30. Semoga khayalan ini mengkristal dalam energi dan doa sehingga menggerakkan semangat untuk meraihnya.

    BalasHapus
  31. Khayalannya bener-bener..
    mantap jg buat teteh..

    BalasHapus

 

Instagram

Get My G+